Wilayah Adat Nasib Era Masa Depan Masyarakat Aru

(Part 1) Aru, Bergegas.. Halo pemirsa, bagaimana kabarnya? Saya baru saja mengunjungi sebuah kepulauan yang sangat mengagumkan. Rasanya begitu tidak adil jikalau saya tidak membagi kisah-kisah dan pembelajaran yang didapatkan selama disana. Kisah tentang mereka yang menjaga dan mempertahankan sistem keberlanjutan dalam memandang sumber daya alam. Adakah diantara pemirsa yang tinggal dan pernah singgah di Kepulauan Aru? Saya yakin tidak banyak. Selamat bagi anda yang pernah mengunjungi kepulauan yang berbatasan langsung dengan Papua dan Australi itu. Bagi anda yang belum, semoga tulisan ini bisa menjadi obat penambah rasa penasarannya. Pagi itu, saya terbangun dan bergegas lari. Saya lari ke sebuah mess tempat-teman ku tinggal. Tidak jauh dari kantor tempat saya … Continue reading →

Resistensi terhadap Civil Society Organization (CSO)

Tanaman Kelapa sawit saat ini hampir tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2014 Pulau Sumatera memiliki luasan kelapa sawit sebesar 6.985.723 dan menjadi pulau yang mempunyai perkebunan kelapa sawit terluas, disusul oleh Pulau Kalimantan seluas 3.471.843 serta pulau Lainnya Seperti Sulawesi, Maluku dan Papua, dan Jawa. Tingginya konversi hutan alam menjadi peruntukan lain terutama menjadi perkebunan kelapa sawit, khususnya di Pulau Kalimantan sebagai penghasil bahan baku minyak kelapa sawit nomor dua setelah pulau Sumatra, berdasarkan buku Potret Keadaan Hutan Indonesia pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan paling luas terjadi di Kalimantan yaitu mencapai 195.200 hektare sehingga menyebabkan deforestasi sebesar 817.800 hektare. Hal tersebut mendorong Forest Watch Indonesia untuk melakukan kajian tentang … Continue reading →

Uang atau Rakyat?

Sepanjang jalan hanya terlihat danau bekas tambang dan perkebunan sawit membentang luas ditengah jalan menuju Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, lahan tambang bekas galian batubara mulai ditinggalkan akibat lesunya dipasaran internasional. Para investor alih-alih menjadikan lahannya untuk perkebunan kelapa sawit karena dinilai lebih menjanjikan. Peluang ekonomi kelapa sawit terlihat semakin nyata dengan adanya wacana pemerintah mengembangkan 1,8 juta hektare didaerah perbatasan Kalimantan untuk perkebunan kelapa sawit. Sejarah perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah kolonialisme barat, dalam hal ini kolonialisme belanda. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di pantai timur sumatera (Deli) dan aceh dengan luasan mencapai 5.123 Ha. Semenjak tahun 1919 dibawah pemerintahan kolonial Belanda … Continue reading →

Terkikisnya Tombak Haminjon

Kabut terlihat menyelimuti barisan bukit dari ketinggian di atas menara pandang Panorama Indah Tele. Tidak jauh dari lokasi tersebut di Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu kabupaten pengahasil haminjon atau kemenyan terbesar di Sumatera Utara, dimana sebagian besar penduduknya merupakan petani kemenyan. Kemenyan merupakan komoditi spesifik di daerah tersebut yang menghasilkan getah beraroma spesifik diperoleh melalui penyadapan. Pengunaaan kemenyan banyak digunakan sebagai bahan pengawet dalam industri farmasi dan sebagai fixative (pengikat) dalam industri parfum. Kemenyan dapat tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 900-1200 meter di atas permukaan laut, suhu antara 28-30 derajat Celsius dengan kemiringan tanah maksimal 25 derajat. Tanaman ini dikategorikan sebagai tanaman endemik, yang hanya dapat tumbuh di … Continue reading →

Sawit Vs Pala – Perjuangan untuk Petani di Patani

Gambar 1. Suasana di pagi hari sesaat sebelum kapal berlabuh.

“Matahari mulai terbit, kamipun keluar dan naik keatas dek kapal meyambut sang fajar. Pelabuhan kecil di Desa kecil terlihat di ujung teluk. Kapal ferry mulai bersandar. Puluhan orang di daratan siap menyambut. Ada yang ingin menjemput penumpang, ada juga yang ingin ikut bergabung melanjutkan perjalanan dengan ferry yang kami tumpangi. Di daratan, ada dua orang teman yang telah menunggu kedatangan kami. Mereka berasal dari Desa Banemo, salah satu desa yang ada di Kecamatan Patani Barati, Halmahera Tengah”. Halmahera, Maluku Utara. Lokasi yang sejak dahulu dieluh-eluhkan dengan kekayaan alam dan rempah-rempahnya. Ini juga yang membuat negara-negara penjajah datang jauh-jauh dari benua seberang untuk merauk kekayaan bumi Halmahera. Tidak hanya daratan, wilayah … Continue reading →