Catatan Forest Watcher

  • Berbagi Pengalaman Sengketa atas Informasi Publik
    Foto Bersama Para Penggiat Keterbukaan Informasi Publik

    Forest Watch Indonesia (FWI) merupakan organisasi yang fokus terhadap penyedia informasi alternatif kehutanan. Selaras dengan konsern tersebut, tema FWI di Baca →

  • Amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di Sektor Kehutanan Masih Belum Sepenuhnya Dipatuhi dan Dijalankan
    Suasana dalam sidang

    Sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang no 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), maka hak publik untuk memperoleh dan Baca →

  • 4th JAKARTA MEGACITY (JABODETABEK) STUDY FORUM SEMINAR “RESILIENT MEGACITIES: IDEA, REALITY, AND MOVEMENT”
    P10004302

    Laporan Kegiatan Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) – LPPM Institut Pertanian Bogor, pada hari Selasa 8 Oktober 2013 Baca →

  • Wujud Tata Kelola Hutan: Rendahnya Implementasi Kebijakan dan Lemahnya Penegakan Hukum
    Tongkang kayu_Tanjung Perak2

    Forest Watch Indonesia|2013. Kasus penghancuran hutan di Indonesia masih terus berlangsung. Pembabatan hutan alam melalui kegiatan ilegal pada Mei 2013 Baca →

  • Naik-naik ke Puncak Mereka Mengacak-acak
    PUNCAK_Bogor

    Dalam sepuluh tahun kawasan Puncak kehilangan daerah berhutan seluas Kota Sukabumi. Pemda Jawa Barat malah menerbitkan aturan yang mengizinkan Puncak Baca →

Index

Press Release

  • Presiden Harus Turun Tangan Lindungi Ekosistem Hutan Kepulauan Aru

    Siaran Pers – Krisis Aru Bogor, 23 April 2014. Ekosistem hutan Kepulauan Aru wajib dilindungi dan dipertahankan. Presiden Republik Indonesia harus memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, agar segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang akan tetap mempertahankan kelestarian ekosistem hutan Baca →

  • Krisis Multi Dimensi di Kawasan Puncak dan Aksi Kolektif Multi Pihak untuk Penyelamatannya

    Siaran Pers dalam Rangka memperingati Hari Bumi – Konservasi Hulu Cai Bogor, 22 April 2014. Perubahan dua wilayah perkebunan teh di Puncak disinyalir memperparah kerusakan tutupan lahan. Sejak pertama kali didirikan sejak jaman Belanda, luas perkebunan teh telah berkurang hingga Baca →

Index

Tatakelola Hutan