Di jantung rimbunnya hutan Kalimantan, tepatnya di Dusun Sadap, suara hentakan kayu alat tenun bukan sekadar bunyi ritmis biasa. Ia adalah detak jantung kebudayaan yang terus berdenyut, sebuah simfoni yang dimainkan oleh jemari lentik para perempuan Dayak Iban. Di sana, menenun bukan hanya tentang menyilangkan benang pakan dan lungsin, melainkan sebuah laku spiritual, identitas diri, dan kini, menjadi fondasi kemandirian…

Continue Reading

Di tengah rimbunnya hutan dan kebun-kebun rakyat di Kalimantan dan wilayah Asia Tenggara lainnya, kratom tumbuh sebagai tanaman yang telah lama menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal. Daun hijau dari pohon kratom bukan sekadar bagian dari lanskap alam, melainkan menyimpan sejarah panjang pemanfaatan tradisional, pengetahuan lokal, serta dinamika sosial–ekonomi yang terus berkembang hingga hari ini. Bagi banyak komunitas, kratom dikenal sebagai…

Continue Reading

Di jantung Kalimantan Barat, Danau Sentarum membentang sebagai ruang hidup yang menyatukan air, hutan, dan manusia. Perairan yang tampak tenang ini menyimpan denyut kehidupan masyarakat yang telah lama belajar membaca ritme alam datang dan surutnya air, musim panen ikan, hingga waktu yang tepat untuk memanen madu hutan. Bagi masyarakat Semangit dan sekitarnya, alam bukan sekadar sumber daya, melainkan mitra hidup…

Continue Reading

Bagi masyarakat adat Dayak Iban di Dusun Sungai Utik, ladang bukan sekadar ruang produksi pangan, melainkan bagian dari siklus hidup yang menyatukan manusia, alam, dan kepercayaan leluhur. Praktik ladang berpindah yang mereka jalani telah berlangsung turun-temurun, diwariskan melalui pengalaman, ritual, dan kebersamaan dalam komunitas. Di balik setiap tahapnya, tersimpan pengetahuan ekologis yang mendalam tentang waktu, tanah, hutan, serta cara menjaga…

Continue Reading

Di balik sehelai tikar, wadah, atau anyaman yang tampak sederhana, tersimpan perjalanan panjang tentang pengetahuan, kesabaran, dan hubungan manusia dengan alam. Bagi masyarakat adat Dayak Iban, anyaman bukan sekadar hasil keterampilan tangan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya, nilai spiritual, serta cara hidup yang diwariskan lintas generasi. Setiap helai serat yang disusun dengan teliti merekam cerita tentang hutan, adat,…

Continue Reading

Selama beberapa dekade, pembangunan sering dimaknai sebagai pertumbuhan ekonomi yang cepat, dengan mengandalkan pengambilan sumber daya alam secara besar-besaran. Tambang dibuka, hutan ditebang, dan lahan diubah menjadi perkebunan monokultur atas nama kemajuan. Model ekonomi ekstraktif ini memang menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat, namun meninggalkan jejak panjang berupa degradasi lingkungan, ketimpangan sosial, dan hilangnya ruang hidup masyarakat lokal dan adat. Alam…

Continue Reading

Deforestasi picu bencana di Aceh

Gelondongan kayu tersapu banjir di Daerah Aliran Sungai Krueng Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh pada 28 November 2025. (Dokumentasi Apel Green Aceh) Aceh/Jakarta, 4 Desember 2025 – Temuan sekelompok pegiat lingkungan menguatkan bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh berkaitan dengan deforestasi. Sehari sebelum banjir menerjang Beutong Ateuh pada 26 November 2025, Apel Green Aceh…

Continue Reading

NGO APPRECIATION AWARD PPATK

NGO APPRECIATION AWARD Jakarta, 26 November 2025 — Forest Watch Indonesia (FWI) bersama 7 organisasi masyarakat sipil lainnya, yaitu: Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh, Pantau Gambut, Yayasan HAKA Aceh, Kaoem Telapak, Indonesia Corruption Watch (Aceh), ECPAT, Indonesia Working Group on Forest Finance (IWGFF) menerima penghargaan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). FWI berkontribusi dalam melaporkan dugaan Tindak Pidana…

Continue Reading

Pemandangan udara pembukaan hutan dan pembangunan perkebunan tebu PT Global Papua Abadi (GPA) di Desa Senayu, Distruk Sermayam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan pada 18 September 2025. (Ulet Ifansasti/Greenpeace) Belém dan Jakarta, 15 November 2025 – Bersama lebih dari 1.900 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Climate Action Network (CAN), Greenpeace menolak “Belém 4x Pledge,” inisiatif guna melipatgandakan produksi bahan…

Continue Reading

Sebuah koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan hidup Jepang dan Indonesia hari ini menyerahkan surat permohonan dan kuesioner kepada Hanwa Co., Ltd., mendesak perusahaan tersebut untuk menghentikan impor pelet kayu dari Indonesia. Di Indonesia, Hutan Tanaman Energi (HTE) yang disebut-sebut sebagai hutan tanaman industri untuk energi telah berkembang pesat untuk produksi pelet kayu, kini mencapai sekitar 1,3 juta hektare. Perluasan…

Continue Reading

Sosialisasi KIP dan Bimtek Penyusunan DIP di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR, 29 Oktober 2025.  Forest Watch Indonesia (FWI) dan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kalimantan Utara (Kaltara) menyelenggarakan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) kepada sebelas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup pemerintahan Provinsi Kaltara, seperti Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),…

Continue Reading

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan daerah yang mempunyai luas total 75.467,70 km2, terletak pada posisi antara 114o 35’ 22’ – 118o 0300’ Bujur Timur dan antara 1o 21’ 36’ – 4o 24’ 55’ Lintang Utara. Pada tahun 2012, Kaltara merupakan pemekaran dari provinsi Kalimantan Timur dengan Bulungan dijadikan sebagai ibukota provinsi ke-34 tersebut. Pemekaran ini resmi dibentuk setelah rancangan undang-undang…

Continue Reading

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top