KOMITMEN PEMERINTAH DALAM MENATA KAWASAN PUNCAK BOGOR

M elihat lebih dekat upaya pemerintah dalam penataan kawasan puncak maka penting untuk meninjau dengan seksama kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Kebijakan yang berkaitan dengan kawasan puncak masih memiliki irisan atau hubungan dengan pengelolaan kawasan lindung dan daerah aliran sungai. Pertama karena puncak posisinya berada di hulu Sungai Ciliwung dan berperan sebagai daerah tangkapan air utama. Kedua, topografi hulu Sungai Ciliwung merupakan gunung dan berbukit serta memiliki kelerangan di atas 35 persen bahkan 45 persen sehingga sangat cocok sebagai kawasan yang harus dilindungi. Terdapat dua produk kebijakan yang memengaruhi penataan ruang Kawasan Puncak yang menjadi dasar atau induknya sehingga menjadi turunan bagi kebijakan-kebijakan dibawahnya. #1 Kebijakan Presiden Republik Indonesia Presiden yang menempati … Continue reading →

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tidak Hadir, Sidang Sengketa Informasi Di Tunda

Sidang sengketa informasi antara Forest Watch Indonesia sebagai Pemohon dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Termohon pada 25 Februari 2015, ditunda. Ini adalah sidang keempat yang sudah berlangsung sejak Januari 2015. Majelis Komisioner menunda sidang hingga sepekan kedepan, 6 Maret 2015. Sidang ini ditunda karena pihak Termohon tidak hadir oleh karena Uji Konsekuensi Ulang terhadap informasi yang dikecualikan belum selesai dilakukan. Agenda sidang mendengarkan hasil uji konsekuensi ulang terhadap informasi yang dikecualikan dari Termohon sudah disepakati sejak tiga minggu lalu pada 4 Februari 2015. Seharusnya tenggat waktu yang telah diberikan dan disepakati dapat dimanfaatkan oleh KLHK, namun nyatanya tidak. Hal ini menunjukkan bahwa KLHK tidak serius dalam mendorong keterbukaan … Continue reading →

Membuka Cakrawala Menghadiri Pertemuan Internasional

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan saya ketika menghadiri pertemuan Internasional bersama aktivis lingkungan dari 47 Negara. Saya dan Bob Purba yang berasal dari Forest Watch Indonesia (FWI) merupakan delegasi Indonesia. Tahun ini adalah penyelenggaraan pertemuan global yang kelima untuk seluruh mitra jaringan The Access Initiative (TAI). TAI merupakan jaringan terbesar di dunia yang konsern dengan isu hak akses masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya alam. Kota Bogota di Colombia menjadi lokasi dari pertemuan global kali ini. Acara yang diselenggarakan selama empat hari sejak 29 Oktober hingga 1 November 2014 mengangkat tema “Menggunakan Informasi, Data, dan Teknologi untuk Melindungi Hutan dan Memperkuat Hak Masyarakat Adat”. Pada acara ini, peserta diwajibkan terlibat aktif dalam … Continue reading →

Memperkuat Peran CSO Dalam Penilaian KPH Dan Inisiatif REDD+ Untuk Mendorong Perbaikan Tata Kelola

Pada tahun 2009 Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan prioritas dalam menghadapi permasalahan dan tantangan deforestasi dan degradasi lahan ke depan. Kebijakan prioritas tersebut adalah: (1) Pemantapan kawasan hutan yang berbasis pengelolaan hutan lestari, (2) Rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung DAS, (3) Perlindungan dan pengamanan hutan, (4) Konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, (5) Revitalisasi hutan dan produk kehutanan, (6) Pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, (7) Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sektor kehutanan, dan (8) Penguatan kelembagaan kehutanan.[ Renstra Kementerian Kehutanan Tahun 2010-2014] Analisis BAPPENAS di tahun 2010 terkait permasalahan mendasar pada sektor kehutanan Indonesia menunjukan bahwa tata kelola yang buruk, ketidakjelasan hak tenurial, serta lemahnya kapasitas dalam manajemen hutan … Continue reading →