Jakarta, 30 Maret 2017. Enam tahun pemberlakuan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) nyatanya belum mampu merespon dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit.  Walaupun produk minyak kelapa sawit sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, namun pembangunan perkebunan kelapa sawit selama ini masih memicu permasalahan lingkungan dan konflik sosial.  Sertifikasi ISPO yang diharapkan menjadi pintu masuk perbaikan…

Continue Reading

Salam sejahtera, Di luar pengakuan minyak kelapa sawit sebagai penyumbang devisa yg besar bagi Indonesia, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia masih memicu konflik lingkungan & sosial. 6 thn pemberlakuan ISPO nyatanya blm mampu merespon dampak2 negatif yg ditimbulkan akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit. ISPO yg diharapkan menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola hutan & lahan, dirasakan hny sebagai instrumen…

Continue Reading

Waktu dan Tempat Selasa, 31 Januari 2017, 09.00 WIB – 13.30 WIB [Venue: Heritage II], Hotel Indonesia Kempinski, Jl. MH. Tamrin No. 1 Jakarta Tujuan Tujuan dari diskusi ini adalah untuk mengumpulkan masukan dan rekomendasi para pihak dalam kajian penguatan sistem sertifikasi ISPO. Keluaran Tersusunnya perbaikan dari draft Kajian “Penguatan Sistem Sertifikasi ISPO”.   Empat tahun ISPO sudah diberlakukan, namun sampai…

Continue Reading

Minyak sawit telah menjadi komoditas penting bagi Indonesia dan pasar dunia saat ini. Secara nasional produk kelapa sawit menjadi sumber devisa terbesar kedua setelah minyak dan gas bumi. Dan lebih dari 40% kebutuhan minyak sawit dunia dipasok dari Indonesia. Besarnya perhatian pemerintah terhadap kelapa sawit bisa dilihat dari peningkatan ekspor minyak kelapa sawit yang cenderung tajam. Pada tahun 2008 total…

Continue Reading

Focus Group Discussion Pertama: Penyusunan Kajian Kritis Penguatan Instrumen ISPO Tanaman kelapa sawit saat ini hampir tersebar di seluruh daratan Indonesia. Pada tahun 2014, Sumatera adalah pulau yang mempunyai perkebunan kelapa sawit terluas dengan luas realisasi tanam sebesar 6,9 juta hektare, disusul Kalimantan seluas 3,5 juta hektare serta pulau lainnya seperti Sulawesi, Maluku, Papua, dan Jawa. Seiring dengan penambahan luas…

Continue Reading

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top