Pertanyaan apa yang muncul di benak kita ketika berbicara Masyarakat adat? Bagiku sebagai gen Z yang tinggal jauh dari hutan maupun masyarakat adat, yang saya pikirkan apakah mereka sama saja dengan masyarakat yang tinggal di kampung dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan?, apakah mereka masih berkebun/Bertani, apa yang mereka kerjakan sehari-hari, apakah mereka mendapatkan akses yang sama soal Pendidikan, Kesehatan, informasi,…

Continue Reading

Program Seimbangkan Ekosistem Lestarikan Alam Rakyat Sejahtera (SELARAS) adalah program yang diusung untuk mempromosikan praktek-praktek baik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat/masyarakat adat dalam pengelolaan hutan dan lahan. Program ini telah berjalan semenjak November 2022, beberapa kegiatan telah dilaksanakan pada Trimester pertama yaitu Pertemuan dengan para pihak mengenai kemitraan konservasi, mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Cipeuteuy dan Desa Mekarjaya…

Continue Reading

Rancangan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (RUU KSDAHE) yang sedang diusulkan oleh DPR untuk menggantikan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya memuat sejumlah hal baru yang positif. Namun RUU KSDAHE belum sepenuhnya mengubah model konservasi yang sangat berpusat kepada negara. Padahal, perkembangan global menunjukkan pentingnya peran masyarakat adat dan lokal dalam konservasi.…

Continue Reading

SELARAS

Seimbangkan Ekosistem Lestarikan Alam Rakyat Sejahtera (SELARAS) Seimbangkan Ekosistem Lestarikan Alam Rakyat Sejahtera (SELARAS) adalah program yang diusung untuk mempromosikan praktek-praktek baik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat/masyarakat adat dalam pengelolaan hutan dan lahan. SELARAS memilih lokasi-lokasi dimana masyarakat memiliki ketergantungan terhadap keberadaan sumber daya hutan Indonesia. Tata kelola hutan harus bisa menjamin sumber daya hutan memberikan akses dan hak bagi…

Continue Reading

konferensi pers hasil rekomendasi ombudsman ri Jakarta, 27 Januari 2023. Sudah lebih dari 6 tahun, keterbukaan Informasi HGU di Kementerian ATR/BPN menemui jalan buntu. Pada tanggal 27 Januari 2023, Ombudsman RI menyampaikan rekomendasi melalui Konferensi Pers “Informasi HGU Tak Kunjung Diberikan Kepada FWI, Ombudsman RI Peringatkan PPID Kementerian ATR/BPN Lewat Rekomendasi”. Kami menilai, Keterbukaan Informasi adalah prinsip dasar untuk mewujudkan…

Continue Reading

environmental

PENGANTAR ECJP Environmental Citizen Journalism Program (ECJP) merupakan sebuah wadah yang diinisiasi oleh FWI dan Mongabay Indonesia dalam rangka meningkatkan peran masyarakat (citizen) untuk turut terlibat dalam menyebarluaskan informasi kondisi hutan dan lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat memicu lahirnya citizen-citizen jurnalis yang kredibel dalam menyampaikan suatu informasi disertai dengan fakta dan data yang tak terbantahkan. Melanjutkan kesuksesan ECJP#1 yang…

Continue Reading

Indonesia dikenal sebagai negara biodiversity. Memiliki kekayaan yang melimpah, baik di daratan maupun di lautan.  Kebijakan internasional tentang  30% wilyah bumi sebagai area perlindungan biodiversity Masyarakat sebagai aktor utama dalam melindungi biodiversity di dunia Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity (keanekaragaman hayati). Negara yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati di dalamnya. Bahkan jauh lebih kaya jika dibandingkan dengan negara lain.…

Continue Reading

investasi lahan

Masyarakat Aru memiliki sejarah panjang konflik tenurial soal perlawanan terhadap rencana investasi lahan skala besar. Tidak hanya sekali, sejak masa orde baru mereka telah berhadapan dengan korporasi yang hendak mengeksploitasi sumberdaya alam Aru. Pada tahun 2013 masyarakat melakukan penolakan besar-besaran terhadap rencana perkebunan tebu yang diinisiasi oleh Menara Group, luasnya tak tanggung-tanggung yaitu hampir 70 persen dari luas daratan Aru.…

Continue Reading

Pada Tahap Pertama, Lingkar Studi Feminisme dan Ekologi (LIFE) dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 16-18 Desember 2021 dan berlangsung secara daring. Di sesi ini dihadiri oleh berbagai Lembaga yang terdiri dari perwakilan Perkumpulan HuMA, Gemawan, PATTIRO, Papua Study Center, Econusa, IRE Yogyakarta dan Perempuan Penyala, Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Ruang Baca Puan, Rumah Sastra Arafura, Perempuan Peduli Leuser dan…

Continue Reading

Gambar. Peserta Kegiatan Lingkar Studi Feminisme dan Ekologi (LIFE) LIFE: Masyarakat adat dan perempuan menjadi bagian yang sering  terdampak akibat krisis lingkungan hidup, krisis iklim, dan konflik perebutan sumber daya. Kata kunci “perempuan” jarang keluar ketika kita membahas permasalahan hutan di Indonesia. Padahal perempuan dan laki-laki masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam tata kelola hutan dan selama ini masih memandangnya…

Continue Reading

CBD-COP 15, MONTREAL, CANADA, 2022 COP 15 is a make-or-break moment for global biodiversityIndonesian NGOs are adding their voices to the call for COP 15 in Montreal to agree strict and binding targets to ensure the protection of at least 30% of land and ocean by 2030 (“thirty-bythirty”) along with explicit recognition of Indigenous Peoples’ and local communities’ rights and…

Continue Reading

Kebijakan Perhutanan Sosial Pendekatan Perhutanan Sosial (PS) secara umum bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan lestari dengan memberikan izin mengelola hutan. Dengan harapan bahwa masyarakat setempat dapat secara aktif mengelola hutan mereka secara berkelanjutan, mampu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari sekaligus  mendiversifikasi  sumber- sumber pendapatan yang dihasilkan melalui pemasaran sumber daya hutan dan hasil hutan…

Continue Reading

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top