ENAM TAHUN ISPO BELUM MAMPU MEMPERBAIKI TATA KELOLA HUTAN & LAHAN

Jakarta, 30 Maret 2017. Enam tahun pemberlakuan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) nyatanya belum mampu merespon dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit.  Walaupun produk minyak kelapa sawit sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, namun pembangunan perkebunan kelapa sawit selama ini masih memicu permasalahan lingkungan dan konflik sosial.  Sertifikasi ISPO yang diharapkan menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola hutan dan lahan, dirasakan hanya sebagai instrumen agar produk kelapa sawit Indonesia mendapat pengakuan di pasar internasional. Untuk merespon keadaan tersebut, maka pada hari ini Forest Watch Indonesia (FWI) meluncurkan sebuah laporan berjudul “6 Tahun ISPO”.  Di dalam laporan ini dipaparkan bahwa sampai tahun 2016, perkebunan kelapa sawit … Continue reading →

PELUNCURAN BUKU 6 TAHUN ISPO

Salam sejahtera, Di luar pengakuan minyak kelapa sawit sebagai penyumbang devisa yg besar bagi Indonesia, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia masih memicu konflik lingkungan & sosial. 6 thn pemberlakuan ISPO nyatanya blm mampu merespon dampak2 negatif yg ditimbulkan akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit. ISPO yg diharapkan menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola hutan & lahan, dirasakan hny sebagai instrumen agar produk kelapa sawit Indonesia mendapat pengakuan di pasar internasional. Forest Watch Indonesia mengundang rekan2 hadir dalam Peluncuran Buku : 6 Tahun Implementasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), besok, 30 Maret 2017, pkl 09-12, @Stellar Room 2nd Floor, Hotel Pullman Jakarta, Jl. M.H. Thamrin No. 59 Jakarta Pusat Kami akan … Continue reading →

Diskusi dan Konsultasi Para Pihak untuk Studi Implementasi ISPO

Waktu dan Tempat Selasa, 31 Januari 2017, 09.00 WIB – 13.30 WIB [Venue: Heritage II], Hotel Indonesia Kempinski, Jl. MH. Tamrin No. 1 Jakarta Tujuan Tujuan dari diskusi ini adalah untuk mengumpulkan masukan dan rekomendasi para pihak dalam kajian penguatan sistem sertifikasi ISPO. Keluaran Tersusunnya perbaikan dari draft Kajian “Penguatan Sistem Sertifikasi ISPO”.   Empat tahun ISPO sudah diberlakukan, namun sampai saat ini implementasi ISPO berjalan sangat lambat. Tahun 2016, sekitar 800 perusahaan perkebunan kelapa sawit masih dalam tahap pendaftaran. Sementara, 115 perusahaan masih dalam proses penilaian.4 Kebanyakan perusahaan terlihat masih kesulitan dalam memenuhi aspek legalitas kebun, manajemen usaha, tanggung jawab sosial, dan utamanya aspek lingkungan. Dalam sistem sertifikasi ini, kewenangan … Continue reading →

Diskusi Masyarakat Sipil untuk Peningkatan Standar ISPO

Minyak sawit telah menjadi komoditas penting bagi Indonesia dan pasar dunia saat ini. Secara nasional produk kelapa sawit menjadi sumber devisa terbesar kedua setelah minyak dan gas bumi. Dan lebih dari 40% kebutuhan minyak sawit dunia dipasok dari Indonesia. Besarnya perhatian pemerintah terhadap kelapa sawit bisa dilihat dari peningkatan ekspor minyak kelapa sawit yang cenderung tajam. Pada tahun 2008 total volume ekspor mencapai 15,65 juta ton dengan nilai US$ 13,80 milyar, sementara pada tahun 2014 sudah meningkat menjadi 24,37 juta ton dengan nilai US$ 19,01 milyar.[FWI, Ekspansi Kelapa Sawit di Pulau Kalimantan, 2016] Peluang pemerintah untuk menghasilkan devisa dari produk kelapa sawit, diikuti dengan upaya memacu produksi kelapa sawit, yang … Continue reading →

Penyusunan Kajian Kritis Penguatan Instrumen ISPO (Update)

Focus Group Discussion Pertama: Penyusunan Kajian Kritis Penguatan Instrumen ISPO Tanaman kelapa sawit saat ini hampir tersebar di seluruh daratan Indonesia. Pada tahun 2014, Sumatera adalah pulau yang mempunyai perkebunan kelapa sawit terluas dengan luas realisasi tanam sebesar 6,9 juta hektare, disusul Kalimantan seluas 3,5 juta hektare serta pulau lainnya seperti Sulawesi, Maluku, Papua, dan Jawa. Seiring dengan penambahan luas realisasi tanam kelapa sawit serta berkembangnya industri kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia, produksi kelapa sawit nasional dalam wujud minyak sawit (CPO) juga terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2000, produksi CPO Indonesia mencapai 7 juta ton. Produksi ini meningkat lebih dari 4 kali lipat di tahun 2014, yaitu sebesar … Continue reading →