Warisan Budaya dan Sumber Penghidupan Perempuan Iban di Dusun Sadap

Di jantung rimbunnya hutan Kalimantan, tepatnya di Dusun Sadap, suara hentakan kayu alat tenun bukan sekadar bunyi ritmis biasa. Ia adalah detak jantung kebudayaan yang terus berdenyut, sebuah simfoni yang dimainkan oleh jemari lentik para perempuan Dayak Iban. Di sana, menenun bukan hanya tentang menyilangkan benang pakan dan lungsin, melainkan sebuah laku spiritual, identitas diri, dan kini, menjadi fondasi kemandirian ekonomi yang kokoh.

Sejarah mencatat bahwa kemahiran menenun adalah warisan turun-temurun dari indai (ibu) kepada anak perempuannya. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, kemampuan menenun bagi perempuan Iban adalah sebuah kriteria kedewasaan dan kesiapan spiritual sebelum menempuh kehidupan pernikahan. Melalui motif-motif sakral seperti manusia, ular, buaya, dan perahu, mereka mengukir doa dan penghormatan kepada leluhur di atas lembaran kain.

Namun, Tenun Iban di Dusun Sadap tidak berhenti pada romantisme masa lalu. Para perempuan di sini telah bertransformasi melalui Kelompok Tenun yang kini beranggotakan 54 pengrajin lintas generasi. Mereka berhasil membuktikan bahwa menjaga tradisi tidak harus berarti hidup dalam keterbatasan.

Keistimewaan karya mereka terletak pada harmoni dengan alam. Di saat dunia mulai beralih ke segala hal yang instan, perempuan Iban tetap setia pada warna-warna yang disediakan oleh bumi. Daun engkerbai, kratom, akar mengkudu, hingga kulit kepapah diolah dengan penuh rasa hormat melalui izin adat dan panen yang gotong royong.

Infografis berikut akan mengajak kita menyelami lebih dalam bagaimana Tenun Iban menjadi jembatan yang menghubungkan nilai spiritual, kelestarian ekologi, dan ekonomi kolektif.

Infografis - Warisan Budaya & Sumber Penghidupan
Thank you for your vote!
Post rating: 0 from 5 (according 0 votes)

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top