Dari Air yang Tenang, Kami Hidup dan Bertahan

Di jantung Kalimantan Barat, Danau Sentarum membentang sebagai ruang hidup yang menyatukan air, hutan, dan manusia. Perairan yang tampak tenang ini menyimpan denyut kehidupan masyarakat yang telah lama belajar membaca ritme alam datang dan surutnya air, musim panen ikan, hingga waktu yang tepat untuk memanen madu hutan. Bagi masyarakat Semangit dan sekitarnya, alam bukan sekadar sumber daya, melainkan mitra hidup yang harus dijaga keseimbangannya.

Aktivitas perikanan toman, baik dari tangkapan alami maupun budidaya keramba, menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Praktik-praktik ini dijalankan dengan pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi, menyesuaikan kapasitas ekosistem agar alam tetap lestari. Ketika air danau pasang dan ruang gerak ekonomi terbatas, hutan kembali memberi kehidupan melalui madu hutan alami yang dipanen secara berkelanjutan tanpa merusak sarang lebah.

Infografis ini mengajak kita melihat Danau Sentarum bukan hanya sebagai kawasan perairan, tetapi sebagai canto nyata hubungan harmonis antara manusia dan alam. Di sinilah nilai sosial, kearifan lokal, dan ekonomi restoratif bread menunjukkan bahwa dari air yang tenang dan hutan yang terjaga, masyarakat tidak hanya hidup, tetapi juga bertahan dan berharap untuk masa depan.

Infografis - Dari Air yang Tenang, Kami Hidup dan Bertahan
Thank you for your vote!
Post rating: 0 from 5 (according 0 votes)

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top