Luas perairan NTB adalah 2.915.404 hektar meliputi perairan dari ujung barat Pulau Lombok sampai ujung timur Pulau Sumbawa. Luas kawasan konservasi pulau-pulau kecil yang dikelola dibawah KKP meliputi TWP Gita Nada, TWP Gili Matra, TWP Sulat Lawang, TPK Gili Balu, TPK Kabete, calon Kawasan Konservasi Gili Banta, dan calon Kawasan Konservasi Pulau Kelapa dengan luas 88.865,2 hektar. Luas kawasan konservasi perairan yang dikelola dibawah KLHK dalam bentuk Taman Wisata Alam Laut adalah 11.100 hektar. Maka total kawasan konservasi pulau-pulau kecil di NTB adalah 99.965,2 hektar. Persentase perbandingan luas perairan dengan pulau-pulau kecil yang terkelola dalam bentuk kawasan konservasi adalah hanya 3,4 persen. Setidaknya pengelolaan pulau-pulau kecil menyumbang 3,4 persen untuk pengelolaan efektif di seluruh perairan NTB.

Intip_hutan_sep-des_2015_Artikel8_gmb4UU Nomor 27 tahun 2007 yang kemudian direvisi menjadi UU Nomor 1 tahun 2014 mengamanatkan menata ruang laut melalui Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) seluas 30 sampai 40 persen bagi kawasan konservasi. Hal tersebut untuk memenuhi target pemerintah Republik Indonesia mengalokasikan wilayah perairan pesisir dan pulau-pulau kecil untuk mencadangkan dan atau menetapkan 20 juta hektar kawasan konservasi pada tahun 2020. Maka kebutuhan NTB untuk mengelola perairannya secara efektif dalam bentuk kawasan konservasi 30 sampai 40 persen atau seluas 874.621,2 hektar sampai 1.166.161,6 hektar. Oleh karena itu, sumbangan pengelolaan pulau-pulau kecil secara efektif terhadap target kawasan konservasi di NTB saat ini 8,6 persen sampai 11,4 persen.

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top