Teluk Balikpapan merupakan salah satu landskap yang memiliki tutupan ekosistem mangrove yang luas sekitar 16.800 ha. Ekosistem ini merupakan habitat penting bagi satwa terestrial dan akuatik dilindungi di Indonesia yang sedang terancam karena penataan ruang dan alokasi fungsi yang keliru. posisi Teluk Balikpapan saat ini menjadi titik ikat dan sentral lingkungan hidup bagi kalimantan timur yang letaknya di 3 wilayah administrasi sekaligus, yaitu PPU, Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan. Pengelolaan ekosistem mangrove di Teluk Balikpapan yang ada saat ini belum mencerminkan dijalankan dan dipatuhinya Peraturan Presiden (Pepres) No 73 Tahun 2012 Tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove (SNPEM) pada pasal 1 ayat (1) dan (2) yang telah ditetapkan sebagai upaya pemerintah di daerah dalam mengelola ekosistem mangrove. Sehingga tidak memiliki perencanaan dan tanpa kelembagaan serta cenderung kawasan tersebut dirusak atas nama pembangunan. Konversi besar-besaran ekosistem mangrove menjadi lahan terbangun telah dan sedang terjadi. Pun dalam perda RTRWP/kabupaten Kota dan Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) juga masih negatif.

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Teluk Balikpapan yang terdiri dari beberapa organisasi lingkungan hidup dan organisasi kemahasiswaan, memandang perlu untuk menyusun sebuah kertas kebijakan yang akan kami sampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang. Teluk Balikpapan perlu diselamatkan!

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.
Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top