Ramin (Gonystylus spp.) adalah salah satu jenis pohon yang tumbuh di hutan Alam rawa.

(1) Di Indonesia untuk sekarang ini, jenis kayu Ramin hanya dapat dijumpai di kawasan hutan rawa Pulau Sumatera, kepulauan di Selat Karimata, dan Kalimantan. Di Pulau Sumatera, jenis kayu Ramin dijumpai di kawasan sebelah timur mulai dari Riau hingga Sumatera Selatan. Di Pulau Kalimantan, kayu jenis Ramin dapat dijumpai di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan sedikit di Kalimantan Timur.

(2) Kayu jenis Ramin telah sejak lama dikenal sebagai penghasil produk kayu komersial dan memiliki harga jual yang cukup mahal sehingga digolongkan dalam kategori kayu indah. Penampakan fisik jenis.Ramin yang bertekstur halus membuat jenis ini cukup digemari di pasar kayu internasional.

(3) Harga jual dari produk jadi kayu Ramin di pasar internasional hingga saat ini telah mencapai US $ 1.000 per meter kubik.

(4) Produk yang dihasilkan dari jenis kayu ini umumnya berbentuk kayu olahan (sawn timber), produk setengah jadi (moulding, dowels), dan produk jadi (furniture, window blinds, snooker cues).

(5) Italia, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, China dan Inggris adalah beberapa negara besar pengimpor jenis kayu ini.

(6) Tingginya harga jual dan besarnya kebutuhan pasar internasional terhadap jenis kayu ini ternyata membuat maraknya kegiatan penebangan di kawasan hutan rawa gambut. Setelah menjadi andalan dari perusahaan HPH hutan rawa di tahun 1990-an, dalam beberapa tahun belakangan Ramin juga telah menjadi incaran aktivitas illegal logging. Sejak 1998 aktivitas illegal logging telah diidentifikasi menjadi semakin marak dan kayu Ramin menjadi salah satu jenis kayu terpopuler yang menjadi incaran para penebang di Sumatera dan Kalimantan. Bahkan pada tahun 1999, aktivitas illegal logging di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting mencapai volume 5.000 m3 setiap minggunya.

(7) Angka ini sebanding dengan angka produksi tahunan sebuah perusahaan HPH penghasil Ramin di Propinsi Riau, PT. Diamond Raya Timber (PT. DRT).

(8) Penebangan jenis kayu Ramin secara ilegal tidak hanya dijumpai di Taman Nasional Tanjung Puting saja melainkan telah menjalar ke beberapa kawasan konservasi hutan rawa gambut.

Tim Punyusun:
Christian Purba (FWI Simpul Bogor), Suparno (FWI Simpul Bogor), Hariyono (Yayasan Daun), Zulfahmi (Yayasan Hakiki), dan Agung Daudi Seventri (Cimtrop)

Galeri foto dari kegiatan ini dapat dilihat pada tautan dibawah ini:
https://fwi.or.id/foto/gallery/foto/studi-ramin-di-kalimantan-tengah-2002

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.
Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top