Studi Perdagangan Domestik dan Internasional kayu Eboni bertujuan untuk mengetahui perkiraan standing stock kayu eboni yang masih tersisa di Sulawesi Tengah serta mengetahui besarnya nilai dan volume kayu eboni yang diperdagangkan di Indonesia baik legal maupun ilegal. Nilai kayu eboni yang sangat tinggi mendorong eksploitasi secara besar besaran kayu tersebut sejak tahun 1970-an dan menjadi komoditas andalan pada perusahan HPH di Sulawesi Tengah sampai awal tahun 1990-an. Akibat eksploitasi besar-besaran, ketersediaan kayu tersebut di hutan alam saat ini sudah sangat sulit ditemukan.

Dari hasil studi, tim menemukan bahwa populasi eboni di hutan alam sudah dalam kondisi memprihatinkan. Estimasi volume eboni yang masih tesisa di seluruh hutan dataran rendah Sulawesi Tengah diperkirakan maksimal hanya terdapat 3.16 juta meter kubik, dimana terdapat 2.2 juta meter kubik yang terdapat di hutan sekunder yang telah terfragmentasi sehingga memungkinkan aktivitas penebangan liar.

Upaya perlindungan terhadap kayu eboni, sudah seharusnya lebih diupayakan secara terpadu, dimana pelarangan penebangan tidaklah cukup karena prakteknya masih banyak sekali kayu eboni yang diperdagangkan yang merupakan hasil tebangan baru. Penyelundupan eboni ke negara tetangga juga menunjukkan bahwa pemerintah setempat tidak serius menangani masalah ini.

Tim Penulis:
Suparno (FWI Simpul Bogor).
Wishnu Tirta Setiadi (FWI Simpul Bogor),
Wahab (Evergreen Palu)

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.
Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top