1. Kejelasan Intensi Pengurangan Emisi

Dokumen INDCs Indonesia tidak menyebutkan dengan jelas intensi pengurangan emisinya.
Dipaparkan bahwa Indonesia akan melanjutkan komitmen penurunan emisi tahun 2009 yakni
26% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2020. Meski
demikian, ada pertanyaan besar terkait komitmen Indonesia ini yang tak kunjung terjawab, yakni
menyangkut baseline emisi yang digunakan. Angka 26-41 % yang sudah disampaikan sebelumnya
masih dipertanyakan baselinenya karena dokumen resmi REL/FREL sampai saat ini belum ada.

Perpres 61 tahun 2011 tentan RAN GRK yang dirujuk INDCs tidak menyebut tahun baseline untuk semua sektor. Dalam Komunikasi Nasional Kedua (SNC), baseline REL masing-masing sektor berbeda-beda, samar-samar bahkan beberapa sektor tidak disebut. Energi dan industri, misalnya, proyeksinya adalah 2010-2030. Kehutanan menyebut proyeksi emisi dan stok karbon pada 2000¬2005 tapi juga menyebut rentang deforestasi dari 1996-2006. Submission FREL yang diajukan BP- REDD gagal menemukan titik kompromi pada Desember 2014. Submission itu mengambil angka 2000 – 2012. INDCs mengambil baseline 2000-2010. Sementara data NFMS sudah ter-update dari 1990-2012. SNC belum menyinggung baseline untuk gambut dan pertanian.

Alhasil baseline yang digunakan adalah baseline emisi tahun 2000-2005. Padahal tahun 2005-2015 pergerakan ekonomi dan industri yang cukup masif telah menyebabkan pelepasan emisi yang besar. Selain itu, dengan upaya pengurangan emisi di LULUCF yang dikatakan telah melalui “langkah-langkah yang signifikan”, tidak ada juga hasil evaluasi pengurangan emisi, setelah komitmen 26%-41% dibuat, yakni antara 2009-2015. Hasil evaluasi itu penting untuk menilai efektivitas upaya pengurangan emisi di berbagai sektor.

Dalam dokumen juga disebutkan bahwa “Setelah tahun 2020, Indonesia mempertimbangkan target yang lebih besar.” Kalimat ini jelas menggambarkan bahwa Indonesia tidak berani memastikan komitmennya. Apabila, indikasi penurunan emisi sebesar 29% dengan skenario BAU pada tahun 2030 merupakan komitmen yang dimaksud, maka lagi-lagi diperlukan klarifikasi mengenai baseline yang digunakan. Komitmen untuk menurunkan emisi menjadi tidak berarti jika tidak ada transparansi yang penuh atas data baseline dan metodologi yang digunakan, memungkinkan pemantauan independen dan akurasi perhitungan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan

Kami sangat menyarankan INDC memasukan unsur-unsur Specific, Terukur, Relevan, dan berbasis waktu (Specific, Measurable, Relevant, Time-bound/SMART) untuk bisa mencapai target penurunan emisi yang bisa diverifikasi di masa depan. Hal ini juga seharusnya mencakup kegiatan yang kredibel yang akan dilakukan Pemerintah antara saat ini dan tahun 2020, yang akan membangun fondasi pembangunan bertanggung jawab jangka panjang, serta jalan menuju nol emisi..

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top