Gambar 4. Pelepasan Kawasan Hutan Periode 2010-2013
Intip_Hutan_Feb_2016_opti_2_Sawit_Gambar_4

Sumber: Forest Watch Indonesia, 2014

 

Tabel 3. Deforestasi Indonesia Periode 2009-2013
Intip_Hutan_Feb_2016_opti_2_Sawit_Tabel_3

Sumber: Potret Keadaan Hutan Indonesia 2009-2013, Forest Watch Indonesia 2014

Hingga kini pembukaan lahan untuk areal perkebunan, ditengarai menjadi salah satu faktor penyumbang kehilangan hutan alam (deforestasi). Tabel 1 menunjukkan bahwa Pulau Kalimantan telah kehilangan hutan alam paling luas di Indonesia yaitu seluas 1,54 juta hektare. Lebih dari setengahnya atau sebesar 817.000 hektare teridentifikasi terjadi di areal perkebunan kelapa sawit. Di sisi lain, Pemerintah juga membuka wacana untuk mengembangkan 1,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit di daerah perbatasan Kalimantan-Malaysia. Padahal, sejak penerapan kebijakan Otonomi Daerah pada tahun 2001 hingga sekarang, sejumlah pemerintah daerah sudah membuat program pengembangan perkebunan kelapa sawit, bahkan dengan skala yang cukup luas. Kebijakan pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan pemberian Izin Usaha Perkebunan semakin mendorong meluasnya deforestasi melalui konversi hutan dan lahan gambut untuk perluasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.

Gambar 4. Deforestasi dan Hutan Alam Tersisa di Tengah Perkebunan Kelapa Sawit di Pulau Kalimantan
Intip_Hutan_Feb_2016_opti_2_Sawit_Gambar_5

Sumber: Potret Keadaan Hutan Indonesia 2009-2013, Forest Watch Indonesia 2014

 

Kenyataan ini semakin menegaskan bahwa Kalimantan sudah menjadi wilayah utama perluasan perkebunan kelapa sawit, dan di tahun-tahun mendatang diperkirakan kehilangan hutan alam dan kerusakan lahan gambut juga masih akan terus bertambah. FWI memproyeksikan 15 tahun ke depan, tutupan hutan alam di Kalimantan tersisa sekitar 12 juta hektare, tidak sampai setengah dari kondisi tahun 2013.

Upaya pemerintah untuk mengendalikan kerusakan akibat perluasan perkebunan kelapa sawit dengan menerapkan “sawit berkelanjutan” sejak tahun 2011, rupanya juga tak terlalu berarti. Saat ini hanya sekitar 1,36% luas perkebunan kelapa sawit (40 perusahaan) yang sudah bersertifikat ISPO (Indonesia’s Sustainable Palm Oil) di seluruh Indonesia. Padahal pemerintah menargetkan bahwa paling lambat 31 Desember 2014, semua perusahan perkebunan kelapa sawit yang sudah memiliki IUP harus sudah mendapatkan sertifikasi ISPO. Di Kalimantan, sertifikat ISPO baru dimiliki oleh 13 perusahaan perkebunan kelapa sawit, dengan luas total sekitar 124.740 hektare.

 

CATATAN KAKI
1. Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019
2. Luas Areal, Produksi, dan Produktivitas Perkebunan di Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan 2013.
3. CIC, Indonesian Plantation and it’s Downstream Industries Directory, 2013.

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top