Intip Hutan Mei-Juli 2003 Masyarakat Alaaha secara tradisional mengklasifikasikan pengolahan madu alam menurut musim. Pada musim pengolahan pertama, antara Maret sampai Juni, masyarakat dapat memperoleh madu kurang lebih dua sampai tiga ton, dengan jenis madu yang lebih encer. Sedang pada musim pengolahan kedua, antara November sampai Januari, masyarakat dapat mengolah madu kurang lebih tujuh sampai delapan ton, dengan jenis madu…

Continue Reading

Studi Kasus di Propinsi Kalimantan Tengah Intip Hutan Mei-Juli 2003 Pola-pola pengelolaan hutan selama ini yang digunakan oleh kalangan pengusaha hutan tidak membawa dampak positif terhadap kehidupan masyarakat sekitar kawasan terutama masyarakat adat yang pergerakannya makin sempit. Perkembangan informasi dan teknologi telah membawa dampak baik dan buruk bagi masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan tersebut. Masyarakat yang pranata adatnya masih…

Continue Reading

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Konflik yang sangat beragam dan terpendam sedalam sejarah panjang pengelolaan hutan telah meninggalkan warisan kepada kita berupa rusaknya hutan. Seluruh Jawa setidaknya 600 ribu hektare hutan berubah menjadi tanah kosong yang hanya ditumbuhi semak belukar. Sebuah pertanyaan bagi kita apakah konflik kehutanan hanya memakan korban hutan semata? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu saja tidak. Selain degradasi…

Continue Reading

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Hutandi Daerah Sulawesi Tengah merupakan sumber daya yang sangat penting karena melingkupi sebagian basar wilayah Sulawesi Tengah. Hutan dengan fungsinya yang beragam baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan. Sejalan dengan digulirkannya Otonomi Daerah (OTDA) yang memberikan wewenang kepada daerah untuk mengurus rumah tangga sendiri dan bagi…

Continue Reading

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Pengertian yang umum tentang menjarah adalah merebut dan merampas milik/hak orang lain, dan penjarah adalah orang yang melakukan penjarahan (atau yang suka menjarah) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1986). Kalau kita mengkaji aksi penjarahan sebagai bagian dari pemanfaatan hutan nasional maka penjarahan ini akan terkait 2 kategori utama. Kategori pertama, ada orang/pihak yang menguasai dan/atau memiliki hutan…

Continue Reading

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Komoditas kelapa sawit (Elaeis guineensis) masuk ke Indonesia sekitar tahun 1848 oleh orang Belanda yang kemudian menanamnya di Kebun Raya Bogor. Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan ini diekstraksi minyaknya dari tandan buah kelapa sawit yang berguna sebagai minyak untuk memasak, bahan baku produk sabun, margarin dan berbagai produk lainnya. Saat ini luas areal perkebunan kelapa…

Continue Reading

Dibalik Kerusakan Hutan Indonesia Sejarah Penjarahan Hutan Nasional Kontribusi Pengelolaan Hutan Terhadap PAD Sulteng dalam Prospek Otonomi Daerah Konflik Kehutanan yang Berbuah Kekerasan Konflik Antara Masyarakat Sekitar Hutan, Masyarakat Adat dan Pengusaha HPH Menjaga Hutan Menjaga Madu Sisi Lain TN Rawa Aopa Watumohai Menambang di Kawasan Lindung Desa Pinggiran Hutan Jawa

Continue Reading

Intip Hutan April 2003 Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan perawan (virgin forest) yang masih ada di Propinsi Kalimantan Selatan, letaknya membentang dari arah Tenggara sampai ke sebelah Utara berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur. Posisinya membelah wilayah Kalimantan Selatan menjadi dua bagian, sebelah Barat dan sebelah Timur. Kawasan Pegunungan Meratus melintasi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Hulu…

Continue Reading

Intip Hutan April 2003 Merajalelanya kasus illegal logging di Indonesia ternyata tak lain dan tak bukan karena ada indikasi terlibatnya “orang-dalam”. Mengherankan memang di satu sisi mereka-mereka inilah yang seharusnya berkomitmen untuk memberantas illegal logging, alih-alih malah berperan dalam maraknya illegal loggingitu sendiri. Dengan memakai asas praduga tak bersalah, tentu saja bersalah atau tidaknya “mereka-mereka’ ini akan ditentukan melalui pengadilan…

Continue Reading

Intip Hutan April 2003 Ramin merupakan jenis pohon yang paling berharga yang dapat ditemukan di hutan rawa Borneo (Kalimantan) dan Sumatera tetapi sangat rentan terhadap ekspoitasi secara komersial. Di pasar internasional ramin merupakan bahan ekspor andalan kayu dari negara negara Asia Tenggara dan tergolongan kayu mewah yang banyak dicari karena ringan, berserat halus dan penampilannya yang mengkilat. Biasanya produksi dari…

Continue Reading

Intip Hutan April 2003 Pemerintah Indonesia kembali memberlakukan larangan ekspor kayu bulat pada tanggal 8 Oktober 2001 sampai dengan sekarang ini. Studi difokuskan pada aspek ekonomi dari pengaruh kebijakan larangan ekspor kayu bulat terhadap pasar produk perkayuan Indonesia, yaitu pasar kayu bulat tropis, pasar kayu lapis dan pasar kayu gergajian. Disamping itu, hasil analisis studi ini juga bertujuan untuk mendiskusikan…

Continue Reading

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.

Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top