Intip Hutan Edisi Desember 2015 Banyaknya kejahatan hutan yang terjadi seperti pembalakan liar (illegal logging) sejak puluhan tahun lalu mengakibatkan deforestasi yang cukup menghawatirkan di Indonesia. Belum lagi kejadian seperti kebakaran hutan yang baru-baru ini terjadi di lahan gambut Kalimantan dan Sumatera. Kejadian ini merupakan kejadian penting bagi para pegiat lingkungan untuk dapat memanfaatkan teknologi WTA (Wahana Tanpa Awak) dalam…

Continue Reading

“Tong hidup dari ini toh, pala ini. Kalau tong tara punya beras, tinggal bawa tong punya pala ini ke kios, bisa dapat beras. Kalau pala ini sampai diganti sawit, tong tidak rela. Kalau bisa, sebelum sawit itu masuk, tong saja mati duluan.” Sepenggal kalimat Jania Hasan, seorang ibu rumah tangga yang ketiga anaknya bisa menyelesaikan kuliah dari pala. Dari menjual…

Continue Reading

Intip Hutan Edisi Desember 2015 Illegal logging merupakan salah satu penyebab rusaknya kondisi hutan di Indonesia. Data PKHI 2009-2013 menyebutkan kehilangan hutan alam tropis di Indonesia sebesar 4.6 juta hektar. Berbagai upaya pemerintah Indonesia untuk mengatasi penebangan liar salah satunya tindakan penegakan hukum pemberantasan penebangan liar melalui tindakan represif untuk mengurangai frekuensi penebangan liar. Selain penegakan hukum, dibentuk suatu inisiatif…

Continue Reading

Intip Hutan Edisi Desember 2015 – Peran Perbankan Terhadap Ekspansi Industri dan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari yang Menyebabkan Terjadinya Perusakan Lingkungan dan Maraknya Konflik Bank selaku penyedia jasa keuangan memiliki peran yang cukup besar dalam mendukung pembangunan hutan tanaman industri (HTI). Berdasarkan kebijakan/aturan yang ada, bank selaku penyedia modal memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa aktivitas pengelolaan usaha…

Continue Reading

INTIP HUTAN Edisi Desember 2015, Tulisan ke-2 NAWA CITA atau agenda prioritas kabinet kerja mengarahkan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, yaitu mencakup: (1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, (2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019 tahap-3, sektor pertanian masih…

Continue Reading

Perbaikan Tata Kelola Melalui Pengelolaan Hutan di Tingkat Tapak Potret hutan Indonesia saat ini merupakan cermin tata kelola hutan yang kurang baik. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat deforestasi akibat konversi hutan melalui proses-proses ektraksi kayu dan juga alih fungsi penggunaan lahan untuk budidaya kehutanan dan non kehutanan. Forest Watch Indonesia mencatat selama kurun waktu 2009 – 2013 laju kehilangan…

Continue Reading

“INTIP HUTAN” edisi Desember 2015 “Hutan sumber air, hutan sumber hidup, hutan milik warga”. Hutan adalah sumberdaya alam yang selama ini menyediakan sumber air bagi kehidupan manusia. Fungsi hutan tersebut erat kaitannya dengan sumberdaya alam yang mampu menjadi sumber kehidupan manusia. Dengan urgensi tersebut, sudah sepatutnya pengelolaan hutan di Indonesia bertujuan untuk kemakmuran, kesejahteraan dan keselamatan warga. Hutan Indonesia di-claim…

Continue Reading

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 “Nenek moyang kita adalah seorang pelaut”. Semboyan yang sejak dahulu sudah ada dan tertancap di benak kita bahwa laut adalah wilayah yang paling luas di bumi pertiwi Indonesia. Mereka berjuang melawan gelombang laut demi memajukan bangsa. Berlindung dari badai dan gelombang di balik pulau-pulau kecil yang ada di lautan nusantara. Mereka menjadikan pulau-pulau…

Continue Reading

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 10 Oleh: Forest Watch Indonesia Forest Watch Indonesia (FWI) menang dalam gugatan atas terbukanya dokumen-dokumen kehutanan. Keputusan tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua dalam sidang putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta antara pihak penggugat yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan FWI sebagai pihak tergugat. Ini menjadi putusan yang kedua bagi…

Continue Reading

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 9 Oleh: Munadi Kilkoda (Ketua AMAN Maluku Utara) Maluku Utara merupakan Provinsi Kepulauan dengan 803 pulau besar dan kecil. 89 diantaranya sudah berpenghuni, sementara 714 tidak berpenghuni, hanya ada kegiatan ekonomi diatasnya yang dilakukan oleh masyarakat, (DKP; 2008). Provinsi ini memiliki luas mencapai ± 145.819,1 km2. Jika dibagi, luas lautan lebih besar…

Continue Reading

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 8 Oleh Anggi Prayoga (Wildlife Conservation Society/WCS) Pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Barat (NTB) secara keseluruhan terletak pada gugusan sunda kecil atau yang sering dikenal gugusan lesser sunda. Namun, sebelum jauh berbicara tentang kondisi dan efektivitas pengelolaan pulau-pulau kecil di NTB maka perlu mengenal status pengelolaannya, baik darat maupun perairannya. Pulau-pulau kecil…

Continue Reading

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 7 Oleh : Gerson Merari Saleleubaja (Yayasan Citra Mandiri Mentawai) Dalam kepercayaan masyarakat di Mentawai, merusak hutan sama saja dengan merusak kehidupan. Aturan tersebut ada dalam kehidupan adat istiadat mereka yang dikenal dengan kearifan lokal. Di masa lalu masyarakat Mentawai juga mengenal Panaki, suatu upacara yang dilakukan sebelum membuka hutan untuk keperluan…

Continue Reading

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.
Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI.
All Rights Reserved.

to top