MUARA LAMBAKAN “Bertahan di Tengah Kepungan Konsesi”

“Kalau tanah bisa diuangkan nanti, banyak orang kampung yang tidak ada tanah”. Demikian pernyataan Aji Galeng, Raja kerajaan di Muara Lambakan Secara administratif, Desa Muara Lambakan berada dalam wilayah Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Sebelah utara desa berbatasan dengan Desa Tanjung Soke dan Desa Gerengung. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Pinang Jatus. Sebelah timur dengan Desa Muara Toyu dan Desa Perkuwen. Sebelah barat dengan Desa Kepala Telake dan Kampong Muluy. Kelima desa yang berada di perbatasan selatan, timur dan barat Desa Muara Lambakan ini masuk dalam wilayah kecamatan Longkali. Sedangkan desa yang ada di batas utara masuk dalam wilayah Kecamatan Bongan. Secara keseluruhan, Desa Muara Lambakan memiki … Continue reading →

Roadshow Bedah Buku Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013

Pada tahun 2000 Forest Watch Indonesia bersama Global Forest Watch menyajikan laporan pertama mengenai kondisi hutan Indonesia dan menyebutkan laju deforestasi 2 juta hektare per tahun. Kemudian pada tahun 2011, FWI kembali menyajikan sebuah laporan tentang keadaan hutan Indonesia, melalui buku Potret Keadaan Hutan Indonesia periode 2000-2009. Laporan ini menyediakan analisis yang rinci mengenai skala perubahan yang mempengaruhi hutan-hutan Indonesia, diantaranya menemukan bahwa luas tutupan hutan alam hanya tinggal 80 juta hektare dan tingkat deforestasi masih relatif tinggi yaitu 1,5 juta hektare per tahun, dengan laju deforestasi terbesar di Kalimantan yaitu sekitar 550 ribu hektare per tahun. Laju deforestasi yang tetap tinggi disebabkan suatu sistem politik dan ekonomi yang korup, … Continue reading →

Peluncuran Potret Keadaan Hutan Indonesia 2009-2013

Buku berjudul Potret Keadaan Hutan Indonesia disusun berdasarkan informasi mengenai tutupan hutan hasil penafsiran citra satelit dan peta-peta terestrial, dielaborasikan dengan data dan laporan resmi dari pihak pemerintah serta dari lembaga-lembaga pemerhati lingkungan. Walaupun disadari bahwa ada tantangan besar dalam proses pengumpulan data dan menghasilkan sebuah laporan yang komprehensif, tetapi proses ini harus dijalani karena dirasakan sangat penting bagi keberlangsungan hutan alam Indonesia. … Continue reading →