Warga mempetisi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, untuk Stop Pembangunan Resort di Telaga Warna Puncak!

  Sudah masuk musim hujan lagi. Saya sama warga Bogor lain mesti mulai siapin batin. Soalnya masuk musim hujan begini, biasanya warga Jakarta suka nuduh kami warga Bogor tukang kirim banjir. Bercanda mungkin ya, tapi menurut saya aneh kalau dibilang Bogor itu pengirim banjir. Bukan pengirim banjir, tapi memang debit sungai ini sudah nggak stabil. Kalau dulu debit sungai masih stabil, nggak kayak begini. Kalau kita misalnya malam hujan gede, meluap, itu nggak cepet surutnya, stabil, pelan-pelan. Sekarang mah cepet surut. Sejam-dua jam udah surut lagi.┬áItu karena di hulu Ciliwung, di Puncak, hutannya sudah habis. Jadi yang bener penyebab banjir, yang mengirim banjir, itu developer yang kerjaannya bikin villa, bikin … Continue reading →

KOMITMEN PEMERINTAH DALAM MENATA KAWASAN PUNCAK BOGOR

M elihat lebih dekat upaya pemerintah dalam penataan kawasan puncak maka penting untuk meninjau dengan seksama kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Kebijakan yang berkaitan dengan kawasan puncak masih memiliki irisan atau hubungan dengan pengelolaan kawasan lindung dan daerah aliran sungai. Pertama karena puncak posisinya berada di hulu Sungai Ciliwung dan berperan sebagai daerah tangkapan air utama. Kedua, topografi hulu Sungai Ciliwung merupakan gunung dan berbukit serta memiliki kelerangan di atas 35 persen bahkan 45 persen sehingga sangat cocok sebagai kawasan yang harus dilindungi. Terdapat dua produk kebijakan yang memengaruhi penataan ruang Kawasan Puncak yang menjadi dasar atau induknya sehingga menjadi turunan bagi kebijakan-kebijakan dibawahnya. #1 Kebijakan Presiden Republik Indonesia Presiden yang menempati … Continue reading →

“Penghuni Sungai Ciliwung”

Sekarang, manusia hidup dengan membelakangi sungai. Daerah aliran sungai selalu dijadikan pemandangan belakang rumah. Karena kini anggapan bahwa sungai sebagai tempat pembuangan limbah sudah lazim. Sampah dapur, sampah kebun, bahkan sampah-sampah yang tidak bisa diuraikan, dibuang ke sungai. Karena manusia menganggap begitu sampah dibuang ke sungai, urusan selesai, sampah yang jadi masalah sudah hilang. Tapi, tahukah Sobat kalau sampah jadi satu di antara banyak sumber masalah di sungai. Sampah yang menyebabkan banjir, penyempitan aliran sungai, bahkan, punahnya ikan lokal. Yap, ikan lokal. Tiap daerah punya jenis ikan yang berbeda. Jangan kira sepanjang Sungai Ciliwung jenis ikannya sama. Tiap mengaliri daerah yang berbeda, jenis ikannya berbeda. Khusus aliran Sungai Ciliwung di … Continue reading →

Naik-naik ke Puncak Mereka Mengacak-acak

Dalam sepuluh tahun kawasan Puncak kehilangan daerah berhutan seluas Kota Sukabumi. Pemda Jawa Barat malah menerbitkan aturan yang mengizinkan Puncak jadi kawasan produksi dan menabrak Peraturan Presiden. Kawasan Puncak di Bogor selama ini telah ditetapkan sebagai kawasan lindung secara nasional dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air untuk wilayah pertanian, permukiman, dan industri di Bogor, Depok, Jakarta, dan Bekasi. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur menjadi dasar dalam penetapan Puncak sebagai kawasan lindung. Punya aturan yang jelas, tak menjamin diterapkan di Puncak dengan tegas. Buktinya, tahun 2010 Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan Peraturan Daerah Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat … Continue reading →