Roadshow Bedah Buku Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013

Spanduk_RoadshowPada tahun 2000 Forest Watch Indonesia bersama Global Forest Watch menyajikan laporan pertama mengenai kondisi hutan Indonesia dan menyebutkan laju deforestasi 2 juta hektare per tahun. Kemudian pada tahun 2011, FWI kembali menyajikan sebuah laporan tentang keadaan hutan Indonesia, melalui buku Potret Keadaan Hutan Indonesia periode 2000-2009. Laporan ini menyediakan analisis yang rinci mengenai skala perubahan yang mempengaruhi hutan-hutan Indonesia, diantaranya menemukan bahwa luas tutupan hutan alam hanya tinggal 80 juta hektare dan tingkat deforestasi masih relatif tinggi yaitu 1,5 juta hektare per tahun, dengan laju deforestasi terbesar di Kalimantan yaitu sekitar 550 ribu hektare per tahun.

Laju deforestasi yang tetap tinggi disebabkan suatu sistem politik dan ekonomi yang korup, yang menganggap sumberdaya alam, khususnya hutan, sebagai sumber pendapatan yang bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik dan keuntungan pribadi. Faktor penyebab langsung diantaranya kebutuhan kayu nasional untuk konsumsi industri pulp and paper yang tinggi, ekspansi hutan tanaman, melonjaknya perkebunan sawit dan pertambangan di kawasan hutan pada dasa warsa terakhir dan tidak tegasnya pemerintah dalam menangani perambahan dan konversi hutan yang ilegal. Di sisi lain beberapa penyebab utama tidak langsung terjadinya deforestasi meliputi, persoalan kebijakan di sektor kehutanan dan tata ruang, ekonomi makro, tata kelola, dan faktor lain. Secara garis besar bisa disimpulkan bahwa deforestasi yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kebijakan pemerintah sendiri, salah satunya adalah kebijakan produksi kayu nasional.

Sebagai organisasi pemantau hutan, FWI mempunyai visi yaitu berkomitmen untuk mewujudkan proses pengelolaan data dan informasi kehutanan di Indonesia yang terbuka dan dapat menjamin pengelolaan sumberdaya hutan yang adil dan berkelanjutan. Salah satu kegiatan utama dari Forest Watch Indonesia adalah menampilkan data dan informasi kehutanan di Indonesia melalui buku “Potret Keadaan Hutan Indonesia” (PKHI). Keberadaan buku ini dinilai sangat penting sebagai bahan rujukan dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan hutan di Indonesia. Buku ini bisa dikatakan sebagai “pioner dalam mempercepat transparansi data dan informasi kehutanan di Indonesia”. Setiap stakeholders dapat mengakses berbagai informasi penting di sektor kehutanan, sehingga tidak mengherankan jika banyak pihak yang mengharapkan buku PKHI segera diterbitkan kembali.

PKHI 2009-2013Komitmen FWI dan kondisi tutupan hutan yang terus berkurang menjadi salah satu alasan FWI untuk menyusun kembali buku Potret Kondisi Hutan Indonesia periode 2010-2013, sebagai kelanjutan dari edisi PKHI sebelumnya. Berbeda dengan terbitan sebelumnya, PKHI kali ini selain mencoba mengulas kondisi tutupan hutan Indonesia secara keseluruhan juga akan mengulas mendalam pada tiga propinsi yaitu Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Buku berjudul Potret Keadaan Hutan Indonesia telah selesai disusun berdasarkan informasi mengenai tutupan hutan hasil penafsiran citra satelit dan peta-peta terestrial, dielaborasikan dengan data dan laporan resmi dari pihak pemerintah serta dari lembaga-lembaga pemerhati lingkungan. Walaupun disadari bahwa ada tantangan besar dalam proses pengumpulan data dan menghasilkan sebuah laporan yang komprehensif, tetapi proses ini dijalani karena dirasakan sangat penting bagi keberlangsungan hutan alam Indonesia.

Fact Sheet PKHI InaBerapa luas hutan alam Indonesia yang masih tersisa? Berapa laju kerusakan hutan alam Indonesia? Apa penyebab dari rusaknya hutan alam Indonesia? Apa benar, upayaupaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah dan mengurangi laju kerusakan hutan tidak memberikan dampak yang signifikan? Lalu, apa rekomendasi FWI dalam menghentikan laju kerusakan hutan di Indonesia?

Jawaban dari banyak pertanyaan tersebut coba dipaparkan didalam buku PKHI. Konten buku akan coba digali guna mencari titik terang dari sekelumit permasalahan yang terjadi didalam hutan alam Indonesia dalam bedah buku bertajuk Potret Keadaaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013. Maka, sebagai bagian dari publikasi bedah buku PKHI dilakukan Roadshow di beberapa universitas besar yang memiliki fakultas/jurusan kehutanan guna menyebarluaskan hasil temuan dan informasi yang terdapat di dalam PKHI.

Waktu Kegiatan:

Region Kalimantan
Hari/ tanggal : Kamis, 18 Desember 2014
Tempat : Gedung Anex Universitas Tanjungpura, Jl. Ahmad Yani Pontianak – Kalimantan Barat
Pukul : 08.30 s/d 11.30 WIB

Region Jawa
Hari/ tanggal : Sabtu, 20 Desember 2014
Tempat : Sylva Pertamina, Institut Pertanian Bogor – Dramaga, Bogor – Jawa Barat
Pukul : 08.30 s/d 11.30 WIB

Region Sumatera
Hari/ tanggal : Selasa, 23 Desember 2014
Tempat : Aula Lantai 2 Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara – Medan
Pukul : 08.30 s/d 11.30 WIB

Bahan Bacaan

Buku Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013
Lembar Fakta Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013
Pokok Temuan Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013

TOR Kegiatan

ToR Roadshow PKHI 3 Region Kalimantan
ToR Roadshow PKHI 3 Region Jawa
ToR Roadshow PKHI 3 Region Sumatera

One thought on “Roadshow Bedah Buku Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013

  1. Terkait dengan era sekarang, sepertinya masih sulit direalisasikan. Selama ada pembiaran dari pemerintah terhadap pengusaha-pengusaha perkebunan dan kehutanan yang nakal…. apa bisa selesai? Kita lihat saja…. Mmmm meski agak pesimis.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>