Status Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil di Nusa Tenggara Barat : Sudah Efektifkah Terkelola?

Pengelolaan TWA Pulau Satonda yang meliputi daratan dan perairan telah memberikan efek kepatuhan bagi masyarakat terutama nelayan. Terlebih didukung adanya petugas lapangan yang bertugas untuk mengawasi kawasan konservasi. Walaupun hanya didukung dengan sarana boat/kapal pengawasan tanpa operasionalnya ternyata bisa bekerja secara optimal.

Berdasarkan tingkat efektivitas pengelolaannya, TWA Pulau Satonda telah memiliki batas luar kawasan,
sistem zonasi, Unit Organisasi Pengelola (pihak ketiga), dan boat/kapal pengawasan. Namun guna meningkatkan efektivitas pengelolaan maka perlu dilakukan pembentukan dan penguatan kelembagaan kelompok masyarakat, patroli bersama antar pemangku kepentingan, pengelolaan sumber daya kawasan, dan penguatan sosial ekonomi budaya guna memberikan manfaat lebih dari kawasan konservasi. Sebaiknya pengelolaan kawasan konservasi TWA Pulau Satonda tidak hanya mengedepankan sisi ekologi namun juga kawasan yang mampu memberikan nilai lebih secara ekonomi bagi masayarakat sekitar.

Selain Pulau Satonda, potensi pulau-pulau kecil di Kabupaten Dompu juga perlu dikelola. Terdapat 24 pulau yang berstatus non kawasan. Tentunya pulau-pulau tersebut belum memiliki rencana pengelolaan dan zonasi, dan upaya pengelolaan lain sehingga bisa terkelola secara efektif. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan penilaian identifikasi dan inventarisasi potensi pulau-pulau kecil sehingga mampu memberikan prioritas pengelolaan.

Kabupaten Bima
Pesona pulau-pulau kecil di Kabupaten Bima terdapat di bagian ujung timur Pulau Sumbawa. Dua pulau yang saat ini sedang menunjukan geliat pengembangan ekowisata yaitu, Gili Banta dan Pulau Kelapa. Kedua pulau tersebut merupakan calon Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) yang saat ini dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima. Gili Banta sebelumnya merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) yang sekarang dalam proses penyesuaian nomenklatur kawasan konservasi.

Secara administrasi, Gili Banta dan Pulau Kelapa terletak di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Luas calon KKPD Gili Banta 40.500 hektar dan luas calon KKPD Pulau Kelapa 5.850 hektar. Status daratan Gili Banta dan Pulau Kelapa merupakan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dibawah pengelolaan Dinas Kehutanan Kabupaten Bima. Oleh karena itu, kawasan konservasi yang akan dikembangkan di Gili Banta dan Pulau Kelapa hanya mencakup wilayah perairannya dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2009.

Upaya pengelolaan kedua pulau tersebut terus ditingkatkan melalui survei ekologi terumbu karang dan pembuatan peta batas luar kawasan konservasi. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan dokumen identifikasi dan inventarisasi calon KKPD di Kabupaten Bima. Jika akan meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi maka perlu dilakukan konsultasi publik dan pengesahan pencadangan kawasan konservasi oleh kepala daerah.

Selain Gili Banta dan Pulau Kelapa, potensi pulau-pulau kecil di Kabupaten Bima juga terdapat di Kecamatan Langgudu dan Kecamatan Parado. Terdapat pulau-pulau kecil yang terletak di dalam Teluk Waworada yaitu, Pulau Sura, Pulau Dora, dan Pulau Kambing. Ketiga pulau tersebut berstatus non kawasan. Terkait upaya pengelolaan sebenarnya ketiga pulau kecil tersebut bisa dimasukan ke dalam rencana pengelolaan dan zonasi calon KKPD Teluk Waworada walaupun calon KKPD Teluk Waworada hanya mengelola wilayah perairannya. Masih banyak pulau-pulau kecil lainnya berstatus non kawasan yang jauh dari pengelolaan yang efektif. Terdapat 70 pulau-pulau kecil berstatus non kawasan yang jauh dari kata pengelolaan yang efektif serta terancam tenggelam akibat naiknya tinggi muka air laut dan tidak memiliki rencana pengelolaan dan zonasi di Kabupaten Bima. Selanjutnya seharusnyadilakukan penilaian terhadap status ekologi di pulau-pulau kecil yang berstatus non kawasan untuk mengetahui potensinya baik di darat maupun di perairan.

Mari berhitung seberapa besar dukungan pengelolaan pulau-pulau kecil terhadap upaya pengelolaan yang efektif di perairan NTB. Total pulau-pulau kecil di NTB adalah 278 pulau dengan 40 pulau di antaranya berstatus kawasan konservasi. Maka upaya pengelolaan pulau-pulau kecil sebesar 14,4 persen dari total pulau-pulau kecil di NTB.



Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>