Status Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil di Nusa Tenggara Barat : Sudah Efektifkah Terkelola?

Kabupaten Lombok Barat
Intip_hutan_sep-des_2015_Artikel8_gmb2Lombok Barat, memiliki destinasi wisata pulau-pulau kecil. Terdapat 19 pulau-pulau kecil yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Barat dalam bentuk Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD). Kawasan Konservasi ini bernama Taman Wisata Perairan Gita Nada (TWP Gita Nada). Tiga pulau diantaranya yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Gili Tangko, Nanggu, dan Sudak. Secara administrasi, TWP Gita Nada berada di Desa Sekotong Barat, Pelangan, Gili Gede, dan Batu Putih Kecamatan Sekotong dengan luas 21.556 hektar. Dalam pengelolaannya, KKPD TWP Gita Nada hanya mampu mengelola wilayah perairannya tanpa daratan pulau. Oleh karena itu, acuan yang dipakai dalam pengelolaannya adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2009.

Pengelolaan pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Barat terus ditingkatkan dengan adanya sistem zonasi untuk mengatur aktifitas pemanfaatan dan perlindungan kawasan. Zonasi yang digunakan antara lain yaitu zona inti, zona pariwisata, zona perikanan berkelanjutan, dan zona pemanfaatan lain (pelabuhan kapal). Sistem zonasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan pemanfaatan dan perlindungan ikan serta habitatnya. Artinya, kawasan konservasi TWP Gita Nada tidak hanya sebagai daerah perlindungan namun juga mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan kawasan seperti memancing, berwisata, budidaya mutiara dan aktifitas lainnya. Walaupun sudah memiliki sistem zonasi, TWP Gita Nada berada pada level merah karena belum memiliki Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) yang disahkan oleh bupati atau gubernur. Upaya untuk meningkatkan level pengelolaan salah satunya dengan survei ekologi terumbu karang di kawasan konservasi TWP Gita Nada dan menyusun dokumen rencana pengelolaan dan zonasi.

Meningkatnya level pengelolaan TWP Gita Nada harus diiringi dengan dibentuknya UPTD dan memenuhi sarana dan prasarana pengelolaan seperti kantor UPTD, komputer, alat bantu komunikasi, dan alat bantu patroli.

Pengelolaan daratan pulau-pulau kecil di TWP Gita Nada berada dibawah pengelolaan SKPD (Satuan Kerja Pelaksana Dinas) Kabupaten Lombok Barat. Saat ini sudah banyak investasi yang mendukung pengelolaan kawasan konservasi tersebut, seperti telah dibangunnya resort dan hotel sebagai salah satu penyokong pendanaan dalam membantu pengelolaan kawasan pulau-pulau kecil tersebut . harapannya dengan tingginya pemanfaat kawasan yang diiringi tingginya pendapatan oleh masing-masing pengelola resort, hotel, dan operator selam maka peluang dijalankan program pendanaan berkelanjutan (sustainable financing) semakin besar sehinggasistem pendanaan dari sumber investasidapat digunakan untuk salah satu komponen pengelolaan seperti perlindungan ikan dan habitatnya, pemberdayaan masyarakat, atau pengawasan. dengan demikian maka kawasan konservasi TWP Gita Nada dapat terkelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Kabupaten Lombok Utara

Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara provinsi Nusa Tenggara Barat yang terkenal adalah Gili Meno, Ayer, dan Trawangan atau sering juga dikenal Gili Matra. Gili Matra merupakan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) dibawah pengelolaan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) KKP yang berkantor di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Gili Matra merupakan taman wisata perairan yang disahkan oleh menteri Kelautan dan Perikanan RI melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.Kep 67/Men /2009. Sebelumnya TWP Gili Matra merupakan Kawasan Pelestarian Alam Perairan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 99/Kpts-II/2001. Pelimpahan pengelolaan Gili Matra menjadi gerbang penetapan kawasan konservasi perairan di Indonesia.



Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>