Selamatkan Hutan Alam di Pulau-Pulau Kecil

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015

“Nenek moyang kita adalah seorang pelaut”. Semboyan yang sejak dahulu sudah ada dan tertancap di benak kita bahwa laut adalah wilayah yang paling luas di bumi pertiwi Indonesia. Mereka berjuang melawan gelombang laut demi memajukan bangsa. Berlindung dari badai dan gelombang di balik pulau-pulau kecil yang ada di lautan nusantara. Mereka menjadikan pulau-pulau kecil sebagai tempat persinggahan untuk beristirahat, mencari makan, mencari air, dan bahkan bercocok tanam. Tidak jarang kita menemukan benda-benda peninggalan nenek moyang kita di pulau-pulau kecil. Mulai dari benda pra sejarah, makam tua, benteng, dan masih banyak lagi bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kita sangat membutuhkan keberadaan pulau-pulau kecil di Nusantara ini. Kita semua seakan lupa bahwa bangsa ini tidak hanya identik dengan Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, dan pulau-pulau besar lainnya. Namun, masih ada sekitar 17.000 pulau lain yang menanti untuk diperhatikan. Belasan ribu pulau tersebut menanti untuk diakui bahwa mereka adalah bagian dari Nusantara.

Pulau-pulau kecil merupakan sebuah ekosistem yang memiliki tingkat keterancaman lebih tinggi dibandingkan pulau-pulau yang lebih besar. Fakta tersebut seakan dilupakan oleh publik dan pemerintah dalam membangun bangsa Indonesia. Hutan di daratan pulau-pulau kecil merupakan wilayah penyangga kehidupan yang sangat rentan akan gangguan. Baik oleh alam maupun ulah tangan manusia yang ingin mengeksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan. Keberadaan hutan di pulau-pulau kecil menjadi suatu ekosistem yang sangat penting untuk dilindungi guna menopang kehidupan masyarakat. Tidak hanya masyarakat yang mendiami wilayah pulau kecil, namun juga seluruh masyarakat yang hidup dimuka bumi ini.

Majalah “Intip Hutan” kali ini secara eksklusif mengupas bagaimana kondisi dan permasalahan yang terdapat di pulau-pulau kecil di Indonesia. Baik dari pengelolaan, kondisi hutan, sosial budaya, penguasaan lahan, dan lain sebagainya. Dengan terbitnya majalah ini, semoga dapat mengingatkan kita bahwa hutan alam di pulau-pulau kecil perlu mendapat perhatian lebih. Eksploitasi secara berlebihan di pulau kecil akan sangat berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, bahkan dapat menenggelamkan suatu pulau.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada World Resources Institut (WRI) sehingga Majalah “Intip Hutan” edisi ini dapat terbit dan menjadi pengingat bahwa kita harus ikut serta dan turun langsung melindungi pulau-pulau kecil di Indonesia.

Artikel pada edisi ini adalah:

CATATAN
Penanggung Jawab:Christian P.P. Purba
Tim Redaksi: Soelthon G.N. Isnenti Apriani, Muhamad Kosar, Linda Rosalina
Kontributor: Mufti Fathul Barri, Linda Rosalina, Imran Amin Makarete, Andi Charil Ichsan, Farid Wadji, Munadi Kilkoda, Gerson Merari Saleleubaja, Anggi Putra Prayoga, Anggi Sanjaya
Design dan Tata Letak: Wishnu Tirta
Foto: Forest Watch Indonesia
Penerbit: Forest Watch Indonesia
Sirkulasi: Linda Rosalina

Alamat Redaksi:
Jl. Sempur Kaler No. 62, Bogor;
Telepon 0251 8333308,
Faks 0251 8317926,
Email fwibogor@fwi.or.id,
Website www.fwi.or.id,
Facebook Pemantau Hutan,
Twitter @fwindonesia

-REDAKSI-

'' ) ); ?>


Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>