Sejarah Penjarahan Hutan Nasional

Intip Hutan Mei-Juli 2003

Pengertian yang umum tentang menjarah adalah merebut dan merampas milik/hak orang lain, dan penjarah adalah orang yang melakukan penjarahan (atau yang suka menjarah) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1986). Kalau kita mengkaji aksi penjarahan sebagai bagian dari pemanfaatan hutan nasional maka penjarahan ini akan terkait 2 kategori utama. Kategori pertama, ada orang/pihak yang menguasai dan/atau memiliki hutan yang bukan miliknya secara paksa. Kategori kedua, ada orang/pihak yang melakukan kegiatan di dalam hutan sehingga merugikan, melanggar atau merampas sebagian atau seluruh dari hak-hak orang/pihak lainnya atas hutan.

Melihat penjarahan hutan dari pengertian ini, kita harus membebaskan diri dari “penjara” hukum kehutanan yang ada saat ini. Penjarahan hutan nasional hanya akan bisa dilihat secara lebih jernih kalau diteropong dari kacamata politik. Politik pada dasarnya menyangkut seluruh kegiatan dalam sistem politik (negara dan antar negara) yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan pengelolaan sumberdaya, dalam hal ini termasuk sumberdaya hutan, dan melaksanakan pencapaian atas tujuan-tujuan yang telah ditentukan tersebut. Dalam proses inilah kelompok-kelompok kepentingan politik saling berkompetisi untuk mempengaruhi tujuan dan cara-cara pencapaian tujuan pengelolaan sumberdaya hutan sehingga bisa memberikan keuntungan/manfaat sebesar-besarnya untuk kelompok masing-masing.

Sejarah Penjarahan Hutan Nasional

'' ) ); ?>


Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>