Potret Hutan Indonesia: 15,2 Juta Ha Hutan Telah Hilang

Bogor, 27 Juli 2011. Hari ini sebuah laporan berjudul “Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode Tahun 2000-2009” telah diluncurkan oleh Forest Watch Indonesia (FWI). Laporan tersebut menyajikan hasil analisis yang dilakukan pada periode tahun 2000-2009 terhadap tutupan hutan Indonesia serta kinerja pengelolaan pada areal berhutan yang dikenai izin pengusahaan seperti hutan tanaman, perkebunan sawit, dan pertambangan. Sekitar 15,2 juta hektar hutan di Indonesia telah hilang (terdeforestasi) dengan kecepatan 1,5 juta hektar per tahun.

Laporan Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode Tahun 2000-2009 yang diluncurkan ini secara gamblang mengemukakan bahwa pada tahun 2009 luas hutan di Indonesia hanya tersisa sekitar 46,3% atau seluas 88 juta hektar, sekitar 10,8 juta hektar diantaranya berupa hutan gambut. Angka kehilangan hutan (deforestasi) yang terjadi di Indonesia pada periode 2000-2009 diperkirakan sebesar 15,2 juta hektar, dalam kecepatan 1,5 juta hektar per tahun. Sementara itu angka deforestasi di hutan gambut mencapai 2 juta hektar.

Salah satu penyebab utama terjadinya deforestasi ini disinyalir terkait erat dengan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten, tarik-menarik kepentingan antara Kementerian Kehutanan dengan sektor lain serta kepentingan Pemerintah Pusat dan Daerah. Salah satu hal yang mengemuka adalah terjadinya penundaan batas waktu pencapaian target percepatan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berimplikasi pada deforestasi.

Direktur Eksekutif FWI, Wirendro Sumargo mengatakan, “Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah di sektor kehutanan seringkali tidak konsisten, tumpang tindih dan terkesan dipaksakan. Hal ini berpengaruh besar terhadap besarnya angka deforestasi”.

Laporan FWI ini juga menganalisis terjadinya percepatan kehancuran hutan Indonesia yang dipengaruhi oleh kinerja pelaku usaha di sektor kehutanan. Secara umum ternyata komitmen pengelola Hak Pengusahaan Hutan (HPH) terhadap prinsip kelestarian masih sangat rendah. Hanya sebuah unit HPH yang dapat dikategorikan dalam kriteria “sangat baik”, berdasarkan penilaian Lembaga Penilai Independen (LPI). Sementara itu kinerja HTI yang akhir-akhir ini semakin naik daun, disinyalir hanya sebagai upaya mengejar penguasaan lahan dan menggenjot produksi kayu, tanpa upaya serius untuk merealisasikan penanaman. Dalih serupa juga terjadi pada maraknya pelepasan dan pinjam-pakai kawasan hutan untuk kepentingan perkebunan sawit. Pada sisi lain, laporan ini juga mengulas soal potensi deforestasi yang terjadi karena aktivitas pertambangan. Setidaknya terdapat lebih dari 15 juta hektar konsesi pertambangan yang berada dalam kawasan hutan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Sementara izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pertambangan hanya sebesar 205 ribu hektar.

“Deforestasi bukan hanya soal kayu yang ditebang di kawasan hutan, namun juga soal peruntukan lahan untuk sektor perkebunan dan pertambangan. Perbaikan tata kelola kehutanan dan tata ruang wilayah berperan penting untuk membendung hilangnya jutaan hektar areal berhutan di Indonesia”, pungkas Wirendro Sumargo.

Catatan editor:

1. Forest Watch Indonesia (FWI) merupakan jaringan pemantau hutan independen yang terdiri dari individu-individu dan organisasi-organisasi yang memiliki komitmen untuk mewujudkan proses pengelolaan data dan informasi kehutanan di Indonesia yang terbuka sehingga dapat menjamin pengelolaan sumber daya hutan yang adil dan berkelanjutan.

2. “Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode Tahun 2000-2009” adalah buku lanjutan “Potret Keadaan Hutan Indonesia”, yang menyajikan informasi kondisi kehutanan Indonesia.

3. Fact sheet Forest Watch Indonesia, 2008; “Ancaman Deforestasi dan Kerusakan Lahan Gambut di Tengah Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Kalimantan Tengah”. Dapat dilihat di website (www.fwi.or.id) bagian publikasi.

Informasi lebih lanjut, kontak:

Wirendro Sumargo

Direktur Eksekutif

Forest Watch Indonesia

HP: +62 8111111934

email: rendro@fwi.or.id

Soelthon G. Nanggara

Researcher

Forest Watch Indonesia

HP: +6285649638037

email: sulton@fwi.or.id

Sekretariat Forest Watch Indonesia
Jalan Sempur Kaler No.62, Bogor,
Telp: +62 251 8333308, Fax: +62 251 8317926,
email: fwi@indo.net.id
website www.fwi.or.id

'' ) ); ?>


Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>