Peran Perbankan Terhadap Ekspansi Industri dan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari

Berbagai permasalah yang terjadi akibat ekspansi HTI PT Toba Pulp Lestari, menunjukan tidak adanya upaya yang maksimal yang dilakukan oleh pihak perbankan dalam mengimplementasikan kebijakan/aturan tersebut. Dimana, perusahaan PT Toba Pulp Lestari memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Kesawan Tbk. Medan dengan maksimum kredit sebesar berjumlah US$ 380 dengan tingkat bunga sebesar SIBOR + 3.5% direview setiap tiga bulan. Jangka waktu pinjaman tersebut adalah 3 (tiga) tahun yang dimulai sejak tanggal 19 April 2007 sampai dengan 19 April 2010.

Selain itu, beberapa bank (tidak diketahui) juga memberikan fasilitas kredit pinjaman kepada PT Toba Pulp Lestari dengan jumlah total sebesar US$ 46.830, jumlah ini merupakan hasil restrukturisasi pinjaman dan utang yang disepakati antara PT Toba Pulp Lestari dengan pihak kreditur yang berlaku efektif sejak tanggal 28 Maret 2003. Perjanjian ini menyatakan bahwa 90 % dari utang dikonversi menjadi 40% saham dan 10% dari saldo utang akan tetap menjadi utang. Semua bunga yang telah jatuh tempo akan dihapuskan, dan saham terbaru harus sudah diterbitkan dalam waktu 120 hari sejak tanggal berlaku efektif perjanjian ini. Utang hasil restrukturisasi tahap I, diperpanjang sampai 1 Oktober 2022.

Dalam rangka mengurangi beban utang, PT Toba Pulp Lestari menjual sebagian saham dan melakukan pinjaman modal dari Pinnacle Company Limited. Perusahaan ini akhirnya menguasai sebagian besar atau senilai 89,61% saham PT Toba Pulp Lestari.

Untuk melancarkan proses transaksi penjualan, PT Toba Pulp Lestari memiliki deposito berjangka pada PT Bank Pan Indonesia Tbk dan dijadikan jaminan L/C impor. Letter of credit (L/C) merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga yaitu penerima L/C atau eksportir. Letter of credit biasa juga disebut dengan kredit berdokumen atau documentary credit.

Rekomendasi

Berdasarkan permasalahan akibat ekspansi hutan tanaman industri PT Toba Pulp Lestari, Pemerintah harus sesegera mungkin menghentikan segala bentuk konversi hutan alam dan ekosistem gambut untuk kepentingan HTI, segera membuat kebijakan pelarangan penggunaan bahan baku kayu dari hutan alam untuk industri pulp, melakukan review perizinan terhadap izin konsesi HTI, menyelesaikan persoalan tumpang tindih perijinan dan klaim hak yang secara nyata menimbulkan konflik lahan yang berkepanjangan. Disisi lain, Pemerintah juga harus memiliki aturan perbankan yang kuat dan tegas terkait aliran pemodalan baik dari dalam ataupun luar negeri kepada perusahaan-perusahaan yang terbukti melakukan pengrusakan hutan alam.



Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>