Menutup Informasi: Melanggar Hak, Mengkhianati UU KIP

Pada kesempatan kali ini, Intip Hutan (buletin tiga bulanan FWI) berusaha mengulas sesuatu yang baru. Ulasan soal fenomena keterbukaan informasi publik di Indonesia yang seakan-akan mendapatkan setetes embun dan kembali berdenyut kencang setelah sekian lama mengalami tidur panjang. Akankah kemudian keterbukaan informasi merasuk kedalam ruh kepemimpinan negeri ini? tentunya akan menjadi fokus dan harapan kita semua.

UU 14 Keterbukaan Informasi Publik tahun 2008 kini mulai menunjukkan fungsinya. Secercah harapan kian menjadi kenyataan ketika satu-persatu kekuatan publik mampu menyingkap tirai-tirai yang selama ini tertutup. Terbukanya lembar demi lembar dokumen yang sangat penting dalam pengelolaan hutan dan berdampak pada kemaslahatan rakyat adalah langkah maju yang harus dipertahankan. Terlepas dari keengganan sang pemimpin, bolehlah kita sementara merayakan kemenangan kecil ini sembari memantapkan niat dan semangat untuk berjuang dan berlari lebih kencang lagi.

 

 

intip_hutan_juni_2015_1 Saatnya Publik Meminta Haknya ! (tautan) – Linda Rosalinda (FWI/Forest Watch Indonesia)
Tiga tahun membela keterbukaan informasi kehutanan, akhirnya terbuka juga jalannya. Jalan bagi publik berpartisipasi dalam pengawasan hutan. Kini, saatnya publik meminta haknya!
intip_hutan_juni_2015_2 Transparansi, Pemantauan Independen, dan Penyelamatan Hutan Indonesia: Sebuah Relasi Kausalitas (tautan) – Giorgio Budi Indrarto (Peneliti FWI/Forest Watch Indonesia)
Isu transparansi atas pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia masih menunjukkan performa yang belum bisa dibanggakan. Setelah 17 tahun reformasi bergulir, pemerintahan terbuka yang bebas KKN rasanya belum terwujud. Undang undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) pun setelah 5 tahun berlaku efektif, kenyataannya masih jauh panggang dari api. Urgensi keterbukaan informasi atas pengelolaan sumber daya alam, khususnya ekosistem hutan semakin terasa. Seiring dengan terus memburuknya kondisi hutan di Indonesia, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada perubahan iklim, terganggunya cadangan air, dan hilangnya keanekaragaman hayati Nusantara. Publik butuh informasi yang valid, mutakhir dan lengkap terkait dengan kondisi pengelolaan hutan. Namun demikian, ternyata masih banyak pertanyaan yang muncul tentang relasi kausalitas (sebab-akibat) antara keterbukaan informasi dan upaya penyelamatan sumberdaya alam. Pertanyaan yang kemudian dilandaskan pada kecurigaan, kekhawatiran dan menjadikan informasi semakin tertutup. Tulisan ini akan mengulas mengenai relasi kausalitas tersebut. Mengapa transparansi akan berpengaruh terhadap upaya penyelamatan hutan? Apa yang menjadi modal Pemerintah dalam isu transparansi kehutanan? Serta apa solusi yang bisa dilakukan?
intip_hutan_juni_2015_3 Argumentasi vs Kecurigaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Sengketa Informasi (tautan) – Giorgio Budi Indrarto (Peneliti FWI/Forest Watch Indonesia)
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di setiap Badan Publik wajib melakukan pengujian tentang konsekuensi sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 dengan seksama dan penuh ketelitian sebelum menyatakan Informasi Publik tertentu dikecualikan untuk diakses oleh setiap orang.
intip_hutan_juni_2015_4 Berkaca dari Pengalaman SAMPAN Kalimantan, Provinsi Kalimantan Barat (tautan) – Dede Purwansyah (SAMPAN Kalimantan)
MENDORONG PARTISIPASI UNTUK MEMPERKUAT TRANSPARANSI
intip_hutan_juni_2015_5 Mimpi Baru “Keterbukaan Informasi” Yang Palsu (tautan) – Muhammad Syarifudin (WALHI/Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Selatan)
intip_hutan_juni_2015_6 Ragam Lembaga Pemerintahan dalam Pelayanan Data Publik “Lain Padang Lain Ilalang, Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikan” (tautan) – Andi Juanda (FWI/Forest Watch Indonesia)
intip_hutan_juni_2015_7 Respon Pemerintah Terhadap Partisipasi Masyarakat atas Informasi dari CSO (tautan) – Rizka Yuni Kartika (FWI/Forest Watch Indonesia)
intip_hutan_juni_2015_8 Yuk Uji Akses Informasi: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Barito Selatan dan Lombok Timur (tautan) – Isnenti Apriani (FWI/Forest Watch Indonesia)
intip_hutan_juni_2015_9 Profil Linda Rosalina “Penggiat Keterbukaan Informasi” (tautan)
'' ) ); ?>


Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>