Kotak Fakta – Potret Keadaan Hutan Indonesia 2009-2013 – bag 2

Kotak 9. Kasus Labora Sitorus

Inspektur Satu (Aiptu) Labora Sitorus, seorang anggota Polres Raja Ampat Papua, diduga melakukan tindak pidana yang melanggar UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU tentang Minyak dan Gas Bumi. Sebelumnya Polda Papua menetapkan Labora sebagai tersangka kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM), pembalakan liar, dan transaksi mencurigakan.

Kasus Labora Sitorus ini berawal dari laporan masyarakat yang mengirimkan pesan pendek kepada Kapolda Papua dan beberapa pejabat Polda Papua mengenai adanya dugaan penimbunan BBM dan penebangan ilegal. Pengolahan kayu yang dilakukan polisi aktif Aiptu Labora Sitorus ternyata telah merusak empat kawasan cagar alam di wilayah Sorong, Papua. Empat cagar alam itu adalah Batanta Barat, Waigeo Barat dan Waigeo Timur serta Salawati Utara. Modus perusakan adalah dengan menjamin keamanan bagi penduduk untuk merambah dan menebang kayu di beberapa cagar alam ini dan mengumpulkan di sawmill miliknya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Polda Papua melakukan penyitaan tiga kapal yang mengangkut BBM sebanyak 1.000 ton dan satu kapal yang mengangkut hampir 1.000 kubik kayu di Sorong, Papua Barat. Kemudian Markas Besar Kepolisian menetapkan Aiptu Labora Sitorus sebagai tersangka pada 18 Mei 2013. Ia dijerat dengan tiga tuduhan, yakni dugaan pidana pencucian uang, penebangan ilegal, dan penimbunan bahan bakar minyak ilegal (kasus penimbunan BBM di Sorong dengan nama perusahaan PT Seno Adi Wijaya dan penyelundupan kayu dengan perusahaan PT Rotua. Dalam perkembangan penyidikan, Labora juga diduga melakukan pencucian uang terkait kedua perusahaan yang dikelola istrinya).

Aiptu Labora Sitorus ditangkap di halaman kantor Komisi Kepolisian Nasional, dan ditahan di rumah tahanan Kepolisian Resor Kota Sorong. Selain menetapkan status tersangka, kepolisian menyita aset Labora, antara lain truk, kapal, dan kayu siap ekspor.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan temuannya, yakni bahwa Aiptu Labora melakukan transaksi keuangan mencurigakan selama lima tahun terakhir dengan nominal mencapai Rp1,5 triliun.

Februari 2014, Majelis hakim Pengadilan Negeri Sorong, Papua Barat, menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta untuk Ajun Inspektur Satu Labora Sitorus. Putusan ini sangat jauh dari tuntutan jaksa yaitu 15 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Dalam putusannya, majelis hakim tak mengenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada Labora, karena menurut majelis hakim dakwaan yang terbukti adalah penebangan ilegal di cagar alam dan penimbunan bahan bakar minyak. Karena Putusan Sidang ini dinilai memiliki kejanggalan, kemudian Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding seusai pembacaan putusan tersebut.

Terkait kayu olahan jenis Merbau dan Kuku milik PT Rotua asal Sorong, Papua dengan Aiptu Labora Sitorus sebagai pemodal tunggal sebanyak 2.056.5678 meter kubik atau 271.530 batang, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surabaya melelang kayu tersebut. Tercatat kayu lelang tersebut terjual kepada pengusaha asal Surabaya bernama Teddy Wijaya (atas nama CV Sumber Makmur), seharga Rp6,570 miliar.

Pada September 2014, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi dari JPU sekaligus menolak permohonan dari Aiptu Labora Sitorus. Vonis penjara yang dijatuhkan MA kepada Aiptu Labora Sitorus sesuai tuntutan jaksa yaitu pidana 15 tahun, denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Sumber:
http://www.tempo.co/topik/tokoh/997/Labora-Sitorus
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/13/063480065/Usaha-Sawmil-Labora-Sitorus-Rusak-Empat-Cagar-Alam
http://nasional.kompas.com/read/2013/05/19/05291690/ini.alasan.mabes.polri.soal.penangkapan.aiptu.labora.sitorus
http://nasional.kompas.com/read/2014/09/18/06370001/Vonis.Kasasi.Aiptu.Labora.15.Tahun.Penjara.Plus.Denda.100.Kali.Lipat.Lebih.Berat

 



Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>