Kotak Fakta – Potret Keadaan Hutan Indonesia 2009-2013 – bag 1

Kotak 1. Pembangkitan Data Tutupan Hutan Alam 2013

Penafsiran citra satelit 2013
Data tutupan hutan alam 2013 diperoleh dari hasil penafsiran citra landsat ETM 7 dan juga Landsat 8 dengan waktu liputan berkisar antara tahun 2012-2013. Rentang waktu liputan ini bertujuan untuk mendapatkan data citra yang bersih dari awan. Citra satelit diunduh dari situs www.glovis.usgs.gov.

Citra landsat yang telah diunduh kemudian diekstraksi dan dikomposit. Saluran (band) yang digunakan untuk citra Landsat ETM 7 adalah saluran 1 sampai 5, sedangkan untuk Landsat 8, menggunakan saluran 4 sampai 6. Penafsiran citra dilakukan pada kombinasi saluran 543 untuk Landsat 7 dan kombinasi 654 untuk Landsat 8.

Penafsiran citra dilakukan secara visual pada layar komputer (on screen digitizing) untuk mendeliniasi tutupan yang masih berupa hutan alam. Hasil penafsiran citra liputan tahun 2009 digunakan untuk acuan awal penafsiran citra liputan tahun 2013. Skala digitasi minimal yang digunakan adalah 1:50.000.

Hasil akhir penafsiran tutupan hutan kemudian diuji keakuratannya menggunakan metode uji akurasi matriks kontingensi (confusión matrix) dan koefisien kappa. Jumlah titik sampling uji lapangan yang digunakan dalam uji akurasi sebanyak 6.086 titik. Dari hasil uji matriks kontingensi didapatkan nilai akurasi sebesar 82 persen. Sedangkan nilai koefisien kappa yang dihasilkan sebesar 0,614.

Analisis data tutupan hutan alam 2013 dan kehilangan hutan (deforestasi)
Hutan alam Indonesia diasumsikan sebagai hutan yang tumbuh secara alami dan bukan berasal dari proses penanaman, oleh karena itu hutan tanaman dikategorikan sebagai bukan hutan. Asumsi lain yang digunakan yaitu tidak ada tutupan hutan yang berasal dari proses reforestasi dalam kurun waktu 2009-2013. Berdasarkan asumsiasumsi tersebut, hasil interpretasi tutupan hutan 2013 adalah hasil penggabungan antara data tutupan hutan 2009 dan hasil penafsiran tutupan hutan 2013. Hal ini juga dimaksudkan untuk memperbaiki data tutupan hutan 2009 sebelumnya, dimana kenampakan awan masih cukup luas ataupun akibat kesalahan penafsiran.

Kehilangan hutan (deforestasi) 2009-2013 merupakan analisis perubahan tutupan hutan alam pada periode 2009-2013 menggunakan baseline data spasial penunjukan kawasan hutan dengan data spasial wilayah administrasi sampai dengan tingkat kabupaten. Deforestasi 2009-2013 adalah kondisi areal yang pada tahun 2009 masih berupa hutan namun pada tahun 2013 sudah tidak berupa hutan lagi, dan beririsan dengan penunjukan kawasan dan wilayah administratif.

 

'' ) ); ?>



Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>