Kehilangan Hutan Alam Indonesia Periode 2009 – 2013 Melampaui Luas Provinsi Sumatera Barat

Jakarta, 11 Desember 2014. Dalam periode empat tahun, hampir 4,6 juta hektare hutan alam di Indonesia telah hilang, melampaui luas Provinsi Sumatera Barat yang hanya sekitar 4,2 juta hektare. Dalam kondisi tanpa perbaikan mendasar, 10 tahun mendatang, hutan alam di Pulau Sumatera hanya tersisa 16 persen dibanding luas total daratannya.

Hari ini, Forest Watch Indonesia (FWI) meluncurkan Potret Keadaan Hutan Indonesia periode 2009-2013. Dinyatakan bahwa pada tahun 2013, hutan alam Indonesia tersisa 82 juta hektare, dan terancam akan terus berkurang. Luas hutan alam yang tersebar di pulau-pulau Indonesia dirinci sebagai berikut: Papua seluas 29,4 juta hektare, Kalimantan 26,6 juta hektare, Sumatera 11,4 juta hektare, Sulawesi 8,9 juta hektare, Maluku 4,3 juta hektare, Bali dan Nusa Tenggara 1,1 juta hektare dan Jawa 675 ribu hektare.

FWI menengarai 73 juta hektare hutan alam terancam hilang di masa yang akan datang, baik secara legal maupun ilegal.

FWI menengarai 73 juta hektare hutan alam terancam hilang di masa yang akan datang, baik secara legal maupun ilegal. Mohammad Kosar menggambarkan, “Saat ini terdapat 32 juta hektare hutan alam berada di dalam konsesi HPH, HTI, perkebunan dan pertambangan, dimana kehilangan hutan terjadi secara langsung melalui kegiatan penebangan dan konversi lahan.”

Direktur Eksekutif FWI, Christian Purba mengungkapkan, “Upaya-upaya perbaikan yang tidak menjangkau persoalan mendasar kehutanan di Indonesia akan memicu percepatan kehilangan hutan alam, mulai dari perencanaan pembangunan di tingkat nasional sampai pada situasi ketidakhadiran pengelola hutan di tingkat tapak.”

Tingginya tingkat deforestasi adalah potret lemahnya tata kelola hutan di Indonesia. Perbaikan tata kelola hutan wajib dilakukan demi menyelamatkan hutan Indonesia. “Ada 3 hal yang sedianya menjadi prioritas utama yaitu: Pertama, penyelesaian klaim dan penetapan kawasan hutan; kedua, penguatan pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara adil; dan ketiga, perlindungan dan pemulihan potensi sumberdaya hutan,” tegas Christian Purba.

Forest Watch Indonesia menilai bahwa ketiga prioritas perbaikan tata kelola hutan tersebut dapat dijalankan secara optimal oleh penyelenggara kehutanan, apabila kondisi pemungkin (enabling condition) telah terpenuhi, yaitu:

  • Penguatan basis data dan informasi mengenai kekayaan sumberdaya hutan serta manajemen pengetahuannya yang kini menjadi titik kritis.
  • Review kebijakan untuk mewujudkan good forestry governance menjadi prasyarat berjalannya program utama.
  • Memperkuat peran pemerintah dalam mengakomodasi hak-hak masyarakat serta penyelesaian konflik penggunaan lahan dimulai dari level kabupaten, provinsi dan nasional
  • Menciptakan iklim persaingan usaha secara adil dan efisiensi melalui review kebijakan perdagangan hasil hutan serta pengendalian biaya transaksi terutama dalam penetapan, rekomendasi maupun pelaksanaan perizinan.
  • Penguatan kapasitas kelembagaan yang langsung beroperasi di lapangan.

Catatan Editor:

  • Forest Watch Indonesia (FWI) merupakan jaringan pemantau hutan independen yang terdiri dari individu-individu dan organisasi-organisasi yang memiliki komitmen untuk mewujudkan proses pengelolaan data dan informasi kehutanan di Indonesia yang terbuka sehingga dapat menjamin pengelolaan sumberdaya hutan yang adil dan berkelanjutan. Organisasi ini berbasis di Bogor. Informasi lebih jauh mengenai organisasi ini dapat dijumpai pada website http://fwi.or.id.
  • Potret Kondisi Hutan Indonesia adalah sumber informasi alternatif mengenai kondisi dan perubahan tutupan hutan alam di Indonesia pada periode 2009-2013, laju dan proyeksi kehilangan hutan di masa depan, dan kinerja pelaku sektor kehutanan dalam pengelolaan hutan. Potret Keadaan Hutan Indonesia ini adalah seri yang ketiga setelah yang kedua pada tahun 2011, dan yang pertama pada tahun 2001. Versi elektronik ketiga buku Potret Keadaan Hutan Indonesia bisa diunduh di tautan berikut ini:

Kontak Untuk Wawancara:
Christian Purba – Direktur Eksekutif FWI: +62 812 110 5172; email: bob@fwi.or.id
Muhammad Kosar – Pengkampanye FWI: +62 815 703 1051; email: mkosar@fwi.or.id

Kontak untuk Kebutuhan Data dan Peta:
Soelthon Gussetya – Manajer Data FWI: +62 856 496 38037; email: sulton@fwi.or.id

'' ) ); ?>


Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>