Hanya Seratus Ribu Saja (Cerita dari Raja Ampat Papua)

Intip Hutan Maret 2003

Ada saatnya ketika VOC mengira bahwa pertambangan kayu model tebang tanpa henti akan dapat terus menyuplai kebutuhan kayu mereka; seberapapun yang mereka perlukan. Sampai akhirnya VOC bubar dan pemerintah Belanda menyatakan perlunya pembenahan hutan jati di Jawa dengan metode yang lebih ‘berpikir panjang’. Tentunya, ada pula masanya ketika sistem pengelolaan hutan abad ke 19 itu dianggap sebagai sistem yang sempurna dan tak memerlukan perubahan. Sampai akhirnya sistem tersebut takluk pada illegal logging akibat gejala sosial dan eskalasi konflik disekitar hutan.

Ada yang terlupa atau sengaja dilupakan dalam pengelolaan hutan selama ini. Gawatnya, bagian yang dilupakan itu ternyata adalah komponen yang paling penting dan kuat. Masyarakat sekitar hutan. Pada merekalah, sebenarnya, harapan akan kelestarian hutan itu bisa ditumpukan.

Tentunya kalau pengelola hutan Jawa mau belajar dari sejarah. Ilmu yang tak henti-hentinya mengajarkan kita bahwa hidup itu adalah perang melawan waktu dan lupa. Rama A/FWI Jawa

Unduh: Hanya Seratus Ribu Saja (Cerita dari Raja Ampat Papua)



Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>