Gagahnya Rimba Jargaria, Tempat Bermainnya Sang Pangeran Rimba

Intip_hutan_sep-des_2015_Artikel5_gmb7Pagi hari di bumi Jargaria, tidak ada ayam berkokok yang menandakan sang fajar akan datang. Yang terdengar adalah suara kicauan burung-burung yang membuat kami semakin bersemangat untuk kembali masuk ke tengah rimba. Dengan tali yang sudah kami pasang, kami kemudian memanjat pohon besar di rimba ini. Pohon besar yang baru bisa dipeluk oleh 3 orang dewasa, tingginya sekitar 75 meter.Namun kami hanya bisa memanjat sampai ketinggian 50 meter. Sesampainya diatas, sangat disayangkan masih banyak pohon yang lebih tinggi disekeliling kami. Kamipun gagal mendapatkan pemandangan yang kami harapkan. Namun tidak ada yang sia-sia.Dari sini kami mampu melihat lebih dekat burung-burung rimba Jargaria menari dan bernyanyi. Walaupun kami sudah tak lagi melihat burung Cendrawasih Sang Pangeran Rimba.

Waktu kami menjadi saksi gagahnya rimba Jargaria dipulau ini telah usai..Kami berkemas dan siap-siap kembali ke Desa Lorang. Kapal berukuran 3meter x 15meter yang mengantar kami kemarin ke Desa Lorang telah menunggu di ujung teluk. Kami berjalan keujung teluk menghampiri kapal yang sudah menanti kami. d Ini bukan perjalanan terakhir melainkan awal untuk melanjutkan perjalanan dibumi Jargaria berikutnya.



Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>