Gagahnya Rimba Jargaria, Tempat Bermainnya Sang Pangeran Rimba

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015

Artikel 5

Oleh : Mufti Fathul Barri (Forest Watch Indonesia)

Mesin masih berbunyi dikala fajar tiba, Sang Raja Langit mulai menunjukkan cahayanya, puluhan pulau-pulau kecil diantara selat-selat kecil mulai tampak semakin jelas. Keperkasaan rimba di tengah-tengah samudera mulai terasasangat menakjubkan. Kicauan para bidadari udara mulai bernyanyi dan menunjukkan tariannya. Kabut tebal perlahan mulai hilang dan semakin memperjelas indahnya alam di Bumi Jargaria. Sebuah perjalanan yang sangat menakjubkan ini, baru gerbang Jargaria. Kami semakin tidak sabar untuk menyaksikan gagahnya isi rimba yang menjadi tempat tinggal burung-burung surga.

Intip_hutan_sep-des_2015_Artikel5_gmb1Bumi Jargaria adalah sebuah bahasa lokal atau ungkapan yang berarti “Kepulauan Aru”. Sebuah tempat tersembunyi di negeritimur Indonesia yang masih menyimpan banyak misteri kegagahan isi rimba.Pesona burung-burung surga, bahari, pesisir, sampai daratan yang begitu nyata menceritakan gagahnya rimba pertiwi nusantara.

Perjalanan melintasi selat-selat dan lautan lepas..Sang Kapten terlihat tampak lelah, raut kantuk jelas di wajahnya.Segelas minuman hangat yang bercap “Teh Hangatnya”.langsungAkusodorkan ke Kapten dan dua orang Anak Buah Kapal (ABK) yang menemani kamiKami saling berbincang, bercerita tentang suka dukamenjadi profesi yang digeluti nenek moyang bangsa ini. Raut muka Kapten berubah menjadi senyuman dan tawa.Rasa kantuknya seakan hilang ditengah obrolan yang semakin ceria.”Satu pulau lagi kita lewati sampai di Desa Lorang”. Ucap Sang Kapten dengan senyumannya.

Lokasi tujuan sudah semakin dekat. Aku berjalan ke lambung kapal terdepan dan berdiri di mulut kapal. Aku abadikan kedatangan kita dengan bidikan kamera. Para ABK mulai berdiri menyiapkan jangkar dan tali untuk kapal bersandar.Tidak berselang lama, sebuah dermaga kecil menyambut kedatangan kami. Rakit-rakit dan sampan-sampan kecil mulai terlihat.Jembatan kayu tempat kapal bersandar tampak sangat kokoh. Gelombang laut buah hasil kedatangan kami menggoyangkan kapal, rakit dan sampan,sehingga seketika itu juga membuyarkan keindahan bayangan kapal yang bersandar dan bayangan hutan dari atas jernihnya air laut. Sang ABK melompat melewati celah antar kapal dan dermaga. Berjalan dan melompat melewati kapal lain yang telah dahulu bersandar dengan membawa seutas tali. Setibanya diatas dermaga,tali diikatkan dengan erat disebuah tiang. Sambil kapal bersandar, ABK lain dan Kapten berusaha menahan benturan sekuat tenaga dengan mendorong kapal lain dan tongkat panjang yang dibenamkan kedasar laut. Kegigihan Kapten dan dua orang ABK membuat benda apung berukuran 3meter ×15meter ini mampu bersandar dengan mulus.

'' ) ); ?>


Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>