Analisa Tumpang Tindih Pengelolaan Sumberdaya Alam Kabupaten Kapuas Hulu

Studi tataguna hutan dan lahan pada Kabupaten Kapuas Hulu dilakukan oleh FWI-HUMA-JKPP sebagai salah satu penelitian tentang penggunaan ruang dan permasalahan-permasalahan yang ada dilapangan. Studi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kondisi penggunaan kawasan pada Kabupaten Kapuas Hulu terkait dengan pengalokasian lokasi REDD yang ternyata sebagian berada pada kawasan yang sudah terbebani Hak seperti:konsesi Perkebunan, dan kosesi HPH.Kondisi terkini yang terpantau dilapangan menunjukan bahwa terdapat tumpang tindih penggunaan kawasan yang seharusnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum diberikannya perijian baru dalam bentuk apapun. Selain hal tersebut, pengakuan terhadap kawasan masyarakat adat juga seharunya dipertimbangkan sebelum dilakukannya deliniasi kawasan untuk kepentingan tataguna apapun.Kondisi tumpang tindih tataguna tersebut dapat digambarkan secara interaktif seperti pada peta di bawah ini:

Gambar I: Kondisi Tataguna lahan dan Hutan Kapuas Hulu

For the cool interactive map, you need to install
Adobe Flash Player

Untuk melihat lebih detail lokasi reseach dan pencarian fakta lapangan, dilakukan survei lokasi dengan menggunakan GPS sebagai alat pemandu dan peta dasar. hasil dari proses tersebut dapat dilihat pada peta interaktif di bawah ini:

Gambar II: Hasil survei Lapangan dengan GPS

For the cool interactive map, you need to install
Adobe Flash Player

Hasil analisis overlay dari ijin konsensi yang ada, baik yang aktif maupun sudah tidak aktif menunjukan bahwa pada kawasan yang akan di peruntukan sebagai areal REDD, ternyata overlap dengan konsesi-konsensi yang telah ada sebelumnya seperti konsesi sawit dan konsesi HPH.Data hasil overlap tersebut adalah sebagai berikut:PT. Mendawa Argopura SentosaSawit2,692.728 hektare

Nama Perusahaan Jenis Konsesi Luas Overlap
PT. Rimba Utara Sawit 69.778 hektare
PT. Indopratama Punggawa Sawit 3,571.644 hektare
PT. Anugerah Borneo Nasional Sawit 2,673.708 hektare
PT. Anugerah Borneo Nasional Sawit 630.344 hektare
PT. Anugerah Borneo Nasional Sawit 34.612 hektare
PT. Indopratma Patria Sawit 12,474.585 hektare
PT. Borneo Internasional Anuge Sawit 7,641.800 hektare
PT. Mendawa Argopura Sentosa Sawit 2,785.084 hektare
PT. Tanjung Berkah Mulia Sawit 17,178.089 hektare
PT. Tanjung Berkah Mulia Sawit 17,669.457 hektare
PT. Berkah Sawit Abadi Sawit 1,710.674 hektare
PT. Wana Hamparan Hijau Sawit 1,710.674 hektare

Selain tumpang tindih dengan kawasan perkebuan sawit, sebagian kawasan REDD juga tumpang tindih dengan kawasan adat Bajauandai, hasil pemetaan partisipatif awal dengan menggunakan GPS seluas : 2107,2 Hektare. Untuk kawasan masyarakat adat lain belum terpetakan dalam penelitian ini, dikarenakan keterbatasan waktu dan sumber daya. Untuk melihat masing-masing profile desa dapat di telusur melalui profile desa di sebelah kanan. Pada profile tersebut di jelaskan lebih detail tentang masing-masing kondisi desa hasil survei

'' ) ); ?>


Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>