Aktivitas Ekonomi Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Aru

1. Dalam rangka menjaga keberlanjutan sistem usaha (sustainability) terutama pada bidang perikanan laut tangkap, berburu dan pertanian seperti sagu dimana produksinya hanya mengandalkan pada “kemampuan alam” dalam menyediakan komoditas tersebut, maka upaya-upaya yang harus dilakukan adalah:

a. Bidang perikanan laut

  • Menghindari penggunaan peralatan yang dapat merusak ekosistem laut
  • Melakukan penangkapan pilih, yaitu menangkap ikan, udang, kepiting, teripang dan hasil laut lainnya secara terpilih, contohnya, menghindari penangkapan kepiting induk yang sedang dalam masa produktif
  • Menjaga kelestarian laut dari sampah dan limbah lainnya
  • Kebijakan pemerintah melalui pembatasan penangkapan hasil laut dengan kapasitas tangkapan yang sangat besar (eksplotasi berlebihan)

b. Berburu

  • Melakukan proses perburuan secara terjadwal dan berdasarkan masa dan umur binatang buruan
  • Tidak menjadikan berburu sebagai usaha utama dalam kehidupan
  • Melakukan proses budidaya (daging) seperti sapi dan ayam secara lebih tertata

c. Pertanian (sagu)

  • Melakukan proses replanting (penanaman ulang) pada lahan yang sudah dipanen sagu nya
  • Mempertahankan ketersediaan lahan untuk pertanian serta menjaga kelestariannya

Beberapa tindakan tersebut dapat dilakukan dengan cara sosialisasi kepada masyarakat oleh pemerintah melalui penyuluhan dan pendampingan kelompok/perorangan.

2. Perlunya mendorong percepatan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, sebagai penggerak utama pertumbuhan (engine of growth), di masing-masing lokus wilayah/ gugusan pulau, baik secara administrasi maupun geografs Hal ini akan membantu mendekatkan pasar kepada lokuslokus produksi masyarakat.

3. Menciptkan keterkaitan antara pusat pertumbuhan wilayah dan daerah sekitarnya, perlu difasilitasi dengan infrastruktur wilayah yang terintegrasi dan terhubung dengan baik dan terpadu, khususnya infrastruktur jalan dan perhubungan, baik perhubungan laut maupun udara, termasuk jaringan informasi dan komunikasi, serta pasokan energi, sehingga tercipta konektivitas antar daerah dan pulau baik secara local maupun nasional (locally integrated, nationally connected).

4. Industrialisasi/hilirisasi perlu didorong untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan yang mempunyai nilai tambah tinggi serta dapat menciptakan kesempatan kerja baru. Dilakukan pada klaster-klaster industri untuk memicu dampak penggandanya (multiplier effect) pada daerah sekitarnya, termasuk di wilayah- wilayah tertinggal

5. Penguatan system logistic wilayah dengan transportasi laut sebagai tulang punggung yang mempertimbangkan enam aspek, yakni: 1) key commodities, yang focus pada produksi, diantaranya pagan, hortikulturan dan forikultura yang dapat ditingkatkan melalui program-program agropolitan; 2) instrastruktur yang berupa fasilitas pendukung seperti saluran irigasi, pelabuhan, akses jalan; 3) SDM yang bicara tentang daya saing dan knowledge sector dalam menciptakan industry (insdustri kecil menegah, industri hijau); 4) kelembagaan; 5) regulasi; dan 6) Jasa (jasa pengangkutan, subsidi atau swasta- intermoda bukan hanya laut)

6. Mendorong peran pengusaha lokal, swasta skala besar, dan BUMN/BUMD untuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam wirausaha dan akses kepada kegiatan ekonomi produktif.

7. Menginisiasi dan menguatkan BUMDesa untuk mendukung proses produksi, ketersediaan sarana prasarana produksi khususnya benih, pupuk, pengolahan produk pertanian dan perikanan skala rumah tangga desa.



Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>