Aktivitas Ekonomi Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Aru

Untuk itulah kegiatan riset ini dilakukan. Sebagai sebuah inisiatif awal pasca gagalnya perusahaan tebu berinvestasi, kegiatan ini didesain untuk memetakan aktivitas-aktivitas ekonomi eksisting yang dijalani oleh masyarakat, dan peluangpeluang bagi peningkatan nilai tambahnya. Termasuk juga didalamnya adalah pemetaan kelembagan yang dibutuhkan guna menunjang inisiatif ini. Inilah yang disebut sebagai pembangunan berimbang, dan kegiatan ini menjadi langkah kecil dan awal untuk mewujudkannya.

Penelitian yang dilakukan selama tiga bulan ini mengambil 16 desa sebagai lokasi penelitian yang terbagi menjadi empat kuadran berdasarkan mata angin. Hal ini didasari bahwa sebagai pulau kecil, faktor lokasi di utara-selatan dan timur-barat mempengaruhi keragaman jenis pekerjaan. Empat kuadran tersebut meliputi Kuadran 1 yang mencakup daerah-daerah di kawasan utara-timur, Kuadran 2 yang meliputi daerah-daerah di kawasan timur-selatan, Kuadran 3 yang meliputi daerah-daerah di kawasan selatan-barat, dan Kuadran 4 yang meliputi daerahdaerah di kawasan barat-utara.

Data primer diperoleh melalui informan kunci yang meliputi aparat pemerintah lokal (desa, kecamatan, dan kabupaten), pemimpin adat, dan pelaku usaha dengan cara wawancara mendalam dan wawancara semi-terstruktur yang mencakup informasi mengenai i) aspek mata pencaharian, meliputi jenis, upaya peningkatan nilai tambah, pasar, rantai distribusi, sebaran proft, dan dinamika mata pencaharian, ii) aspek kelembagaan, meliputi pengaturan hak ulayat dan tata kelola adat lainnya yang menyangkut aktivitas ekonomi, pengorganisasian pelaku ekonomi dalam kelompok usaha atau sejenisnya, dan iii) aspek kewilayahan, mencakup sejarah kawasan, sebaran spasial aktivitas ekonomi dan karakteristik kawasan berdasarkan aktivitas ekonominya. Data sekunder didapatkan dari publikasi Badan Pusat Statistik, literatur dan hasil-hasil kajian sebelumnya, serta dokumen-dokumen dari lembaga-lembaga terkait.

Kuadran_25April2016Penelitian ini memilih informan kunci melalui teknik snowball dengan pengelompokkan sebagai berikut: i) pelaku usaha di hulu, ii) pelaku usaha di pengumpulan dan distribusi, iii) pelaku usaha di pengolahan, iv) aparat pemerintah lokal di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, v) perwakilan kelembagaan adat, dan vi) perwakilan dari organisasi masyarakat lain.

Pengolahan data dilakukan dengan teknik-teknik pengelompokan (grouping) berdasarkan berbagai kriteria yang relevan. Analisis dipisahkan antara analisis pada aspek mata pencaharian, analisis pada aspek kelembagaan, dan analisis pada aspek kewilayahan sehingga sehingga dapat memunculkan karakteristik pada masing-masing aspek. Hubungan saling mempengaruhi yang mungkin ada diantara ketiga aspek tersebut dianalisis secara kualitatif.

Kabupaten Kepulauan Aru merupakan wilayah dengan gugusan pulau-pulau kecil yang membentuk sebuah kesatuan wilayah adat Jargaria/Jarjuir yang memiliki arti Bumi/Tanah Aru dengan dua komunitas adat, Ursia yang berada di wilayah bagian Utara dan Urlima yang berada di wilayah bagian selatan. “Negeri” Jargaria dengan 187 pulau bernama dari total kurang lebih 500 pulau-pulau didalamnya dan selat-selat kecil yang memisahkan pulau pulau ini begitu kaya dengan sumberdaya. Kekayaan laut dan hutannya yang melimpah menjadi cadangan pangan bagi masyarakat adat di Kepulauan Aru. Ekstraksi sumberdaya alam yang dilakukan oleh masyarakat adat telah diatur secara turun temurun melalui pembagian wilayah adat dan kampung yang disebut dengan Patuanan. Masing-masing komunitas adat memiliki Patuanan (tanah ulayat) baik Patuanan Darat maupun Patuanan laut dengan batas yang jelas dan aturan ekstrasi yang jelas. Tata Kelola adat yang dipelihara secara turun temurun ini membantu masyarakat adat dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan dan keberlangsungan ekosistem baik di hutan atau laut. Sebut saja tata kelola yang mengatur waktu berburu dan penangkapan ikan, serta bagaimana kepiting betina sebaiknya kembali dilepaskan dan tidak dikonsumsi. Namun demikian masih banyak pola-pola konsumsi yang masih belum diatur dan memerlukan kontrol seperti perburuan terhadap burung maleo dan cendrawasih.



Download File

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>