Menyiapkan Diri untuk Melakukan Pemetaan

andi_mappingPada tanggal 18 – 20 Mei 2012, FWI mengadakan pelatihan pemetaan yang berlokasi di Kampung Tapos, Bogor. Tujuan utama pelatihan ini agar para staf FWI memiliki pengetahuan dasar pemetaan dan cara penggunaan alat-alat yang digunakan saat pemetaan. Pada saat pelatihan, kami diajarkan untuk dapat membaca peta, karena saat nantinya berada di lapangan kami harus dapat memahami lokasi yang akan dituju. Saat kami akan melakukan pemetaan, maka kami harus membaca peta terlebih dahulu, menentukan lokasi yang akan dipetakan, dan jalur atau medan yang akan dilalui menuju lokasi tersebut. Dengan memperhatikan kontur yang ada di peta, maka kita dapat melihat terjal atau tidaknya jalur yang akan dilalui nanti.

Selain itu kami juga diajarkan pengenalan alat yang disebut Global Positioning System (GPS). Saat kita menggunakan GPS, maka kita harus dapat memahami fungsi dan kegunaannya. GPS dapat digunakan untuk mengambil titik koordinat dari sebuah tempat, misalnya batas wilayah, sungai, jalan dan lainnya. Ada hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan GPS, yaitu memastikan satuan (unit) dari koordinatnya, apakah menggunakan UTM atau geografis. Bila kita sudah punya peta, maka unitnya bisa disamakan dengan unit yang ada di peta.

Kemudian kami diajarkan cara menggunakan kompas. Kompas digunakan untuk menentukan nilai kederajatan suatu tempat atau lokasi dengan mengarahkan bidikan pada lokasi yang dimaksud. Kompas juga dapat digunakan untuk menentukan posisi tempat kita berada di peta. Caranya adalah dengan membidikan arah utara kompas pada 2 tempat atau lokasi yang dapat kita lihat secara langsung dan tertera pada peta, seperti titik ketinggian, pemukiman atau tanda alam lainnya seperti bukit atau punggungan bukit. Kemudian posisi kita akan ditentukan dari perpotongan garis bidik terbalik dari kedua tempat tersebut.

Alat pendukung lain yang kami pelajari penggunaannya adalah protractor (busur derajat) dan penggaris. Kedua alat ini fungsinya hampir sama dengan kompas yaitu dapat menentukan nilai kederajatan. Sementara penggaris digunakan untuk menarik garis bidik lurus setelah kita menggunakan kompas atau protractor.

Kami mempraktekan apa yang telah diajarkan dengan turun langsung ke lapangan. Lokasi praktek adalah daerah kaki Gunung Salak . Kami melintasi kebun-kebun milik warga kampung Tapos. Mereka menyuguhi kami buah nanas segar langsung dari kebun, saat kami menentukan titik lokasi di peta dengan menggunakan kompas dan alat-alat lainnya yang telah kami pelajari. Saat berjalan melewati jalan setapak yang menanjak, kami sempat kecapekan. Mungkin rasa capek ini terjadi karena selama ini kami jarang berolahraga dan terbiasa duduk di depan komputer.

Di hari kedua praktek, kami mencoba lokasi dan medan yang berbeda. Kami menyusuri hutan dan menguji kemampuan untuk mencari jalan keluar dari hutan. Meskipun kami sempat “kesasar” tetapi kejadian itu menjadi sebuah pengalaman bagi kami. Ternyata banyak hal yang harus dipersiapkan, selain alat-alat pendukung pemetaan, badan juga harus sehat serta kondisi fisik yang prima.

peta-hasil-pelatihan-ditapos

Saya membayangkan bagaimana kalau melakukan pemetaan sesungguhnya dan tinggal di hutan selama berhari-hari dengan makan dan minun seadanya. Bahkan saya pernah dengar dari teman-teman yang pernah melakukan pemetaan di salah satu daerah yang berkonflik di daerah Muara Tae, Kalimantan Timur, sehingga mereka harus membawa mandau setiap hari saat akan bepergian atau akan melakukan pemetaan.

2 thoughts on “Menyiapkan Diri untuk Melakukan Pemetaan

  1. Andi on said:

    trimakasih mbak Rita.mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat, semoga ada yang berminat mengajak aku ke muara tae.hehe

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>