Tetesan Bumi di 2016

Puncak, Pemandangan indah dari depan mata hingga jauh di cakrawala, hawa sejuk, suara gemerecik air, kabut yang acap kali menyentuh wajah kita dan wewangian khas dari alam … panca indera seolah tiada lelah untuk bersentuhan denganmu. Siapa tidak tertarik akan rayuanmu. Pejamkan mata, biarkan keheningan menyapa, nikmati semua anugrah yang kita terima dengan rasa dan asa seolah tetes embun nun jauh disana menyentuhmu. Sumber foto: https://rahwana-manusia-darah-yang-bengis-dan-serakah/ Selamat Hari Bumi

Puncak di Hari Bumi 22 April 2016

Kawasan puncak adalah hulu berbagai persoalan lingkungan Sungai Ciliwung. Degradasi kawasan puncak dan menurunnya daya dukung lingkungan kawasan ini berdampak penting terhadap timbulnya berbagai persoalan lingkungan di hilir Sungai Ciliwung, termasuk kota dan teluk Jakarta. Perlu disadari sinergitas antar daerah dan kerjasama multi pihak perlu dilakukan dalam penyelesaian masalah pengelolaan sungai Ciliwung. Konsorsium Penyelamatan Puncak (save puncak) sebagai bagian dari gerakan penyelamatan Daerah Aliran Ciliwung merupakan konsorsium terbuka yang mengajak insitusi pemerintah, masyarakat, komunitas, badan usaha, akademisi, media, dan para pihak lainnya untuk bersama-sama mendorong usaha penyelamatan Kawasan Puncak sebagai daerah tangkapan air. Berangkat dari keprihatinan mengenai kondisi kawasan puncak, Konsorsium bersama-sama dengan masyarakat Tugu Utara dan Tugu Selatan, menggulirkan … Continue reading →

FWI pada Indonesia Climate Change Education Forum & Expo

Cendekia Mulia Komunikasi telah menyelenggarakan kegiatan Indonesia Climate Change Education Forum and Expo sejak tahun 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya upaya bersama untuk menangani isu perubahan iklim, khususnya bagi generasi muda. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan the Climate Reality Project Indonesia. Tema kegiatan pada tahun ini adalah: “Climate Information for Climate Action”. Forum ini akan menampilkan kegiatan pameran informasi kebijakan, program dan aksi nyata perubahan iklim, seminar/lokakarya/talkshow, serta pemutaran film tentang perubahan iklim dengan target peserta pemerintah pusat dan daerah, pelaku bisnis, masyarakat dan akademisi. Forum ini juga didukung oleh kegiatan … Continue reading →

Ngaso – Wisata, Kopi, dan Restorasi

Wilayah Puncak yang terletak di daerah perbatasan antara Bogor dan Cianjur hingga saat ini masih merupakan destinasi wisata favorit untuk banyak kalangan yang di wilayah sekitarnya, terutama Bogor dan Jakarta. Tidak hanya hari libur, sejak setahun belakangan pun terjadi kemacetan lalu lintas menuju wilayah tersebut pada hari-hari biasa. Dan jika kita tengok kiri-kanan jalan papan reklame kecil yang dijunjung penjaja vila hingga papan reklame besar menjulang dan ditopang tiang penyangga besar, seperti halnya Papan Gerindra seolah-olah ingin menunjukan bahwa wilayah ini adalah wilayah penting tidak hanya dari aspek pariwisata bisnis, juga promosi politik. Namun dibalik segala gemerlap promosi yang dilakukan, tidak jauh dari hiruk-pikuk tersebut, di Kampung Cibulao, Desa Tugu … Continue reading →

Pelatihan Pemetaan Melalui Wahana Tanpa Awak (WTA) Skywalker

Forest Watch Indonesia terus mendorong perbaikan tata kelola hutan dan lahan dalam rangka menyelamatkan tutupan hutan alam yang tersisa. FWI juga turut serta mendorong bentuk-bentuk pengelolaan hutan yang lestari dan mampu mendistribusikan manfaat secara adil kepada seluruh rakyat. Salah satu prinsip utama perbaikan tata kelola adalah keterbukaan informasi, yang menjadi prasyarat bagi prinsip-prinsip lainnya. Dalam konteks ini, keterbukaan informasi publik menjadi penting agar adanya ruang untuk masyarakat/lembaga independen bisa berpartisipasi dalam proses-proses pembangunan kehutanan secara konstruktif. Tidak tersedianya informasi kepada publik menjadi celah terjadinya pelanggaran-pelanggaran. Konflik kehutanan tidak terlepas dari kebijakan dan praktik alokasi lahan kawasan hutan yang tumpang tindih. Sementara pengukuhan kawasan hutan juga masih menyimpan persoalan akibat mengabaikan … Continue reading →