Dari Segala Penjuru Mengalir ke Tobelo: Air Kami, Hidup Kami

Kongres AMAN ke-4 diawali dengan Ritual Air Nusantara. Masyarakat adat dari berbagai wilayah Nusantara membawa air yang diambil dari sumber air keramat di wilayah adat masing-masing, kemudian dikucurkan menjadi  satu di Bumi Hibualamo, Tobelo. Ritual ini menandakan bahwa air -sebagai unsur terbesar kehidupan- menjadi pemersatu komunitas adat di Nusantara. Air menjaga kehidupan. Ungkapan ini menjadi benar, bagi siapa saja yang mampu menjaga air agar tetap bersifat menghidupkan. Di bumi, air diatur secara seimbang oleh semesta. Secara alamiah, pohon-pohon menjadi lantaran pengatur air di daratan, baik itu jumlah maupun mutunya. Sementara peradaban manusia, sengaja maupun tidak sengaja telah memengaruhi keberadaan pepohonan melalui segala bentuk kriyanya. Sekumpulan pohon menjadi hutan, dan sekelompok … Continue reading →

Mandor Kaya, Warga Desa Kecewa

Sebenarnya cerita ini adalah gambaran dari apa yang pernah saya alami dulu. Ketika saya masih tinggal bersama orangtua di sebuah desa di pinggiran hutan jati. Tempat tinggal keluarga kecil kami adalah Desa Gunungsari di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seperti umumnya desa-desa di Kabupaten Ngawi, desa kami adalah desa yang gersang, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sangat terbatas, itu pun di sungai yang surut atau sawah. Begitu terbatasnya bahkan warga desa seringkali berceloteh air hanya cukup untuk “minum burung”. Kondisi ini membuat warga desa begitu menghargai ketersediaan air. Saat musim kemarau tiba, para warga bergotong-royong untuk menggali sumur. Kehidupan warga Gunungsari tidak jauh berbeda dengan desa-desa di pinggir hutan … Continue reading →

Seminar “Laju dan Penyebab Deforestasi dan Degradasi Hutan di Indonesia”

Hutan merupakan kekayaan yang sangat berharga bagi ekosistem dunia, dimana didalamnya terdapat lebih dari 60% keanekaragaman hayati dunia. Hutan memiliki banyak nilai, seperti nilai sosial-ekonomi, bermacam-macam fungsi ekologis yang penting dalam kaitannya dengan lahan dan perlindungan serta nilai budaya yang tidak bisa dilepaskan dari hutan. Hutan bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya merupakan areal untuk mencari makan dan bertahan hidup. Bagi mereka hutan dapat menyediakan obat-obatan, madu, kayu bakar serta barang dan jasa lainnya seperti halnya nilai rohani dan budaya. Pada tataran global, hutan masih memegang peranan penting dalam pengaturan iklim dan menjadi reservoir karbon yang utama diatas permukaan bumi dan keberadaannya dapat mencegah peningkatan efek rumah kaca. Berkurangnya luasan dan … Continue reading →

Oleh-oleh dari Ciamis

Kemarin saya ikut acara Pelatihan Rapid Land Tenure Assessment bagi Praktisi dan Staff LBH-SPP di Desa Margaharja, kec. Sukadana, Kab. Ciamis yang diselenggarakan tanggal 28-29 July 2008 lalu. Pelatihan ini di inisiasi oleh kerjasama ICRAF-HuMa-WG Tenure-LBH-SPP serta YAPEMAS dengan dukungan Partnership for Governance Reform. Pelatihan ini berlangsung dengan semangat yang tinggi dari para peserta pelatihan yang terdiri dari OTL-OTL dari SPP yang tersebar dari 3 kabupaten. SPP sendiri terdiri dari lebih dari 100 desa yang tergabung dari 3 kabupaten yaitu Kabupaten Ciamis, Tasik, dan Garut. Berkumpul di desa Margaharja dengan fasilitas seadanya yang merupakan salah satu OTL yang ada di Kabupaten Ciamis. Di desa ini sudah berdiri satu balai pertemuan … Continue reading →

PR ku yg belum Selesai-Selesai

Huh…Bingung mo mulai dari mana…. 😀 Oh aku mulai ingat, “Normalisasi” Hah????? normalisasi itulah awal PR ku, tepatnya aku harus menormalkan database konflik yang udah jadi… setelah aku cek, ya ampiun….. pusing…hehehehe… aku sampe berpikir “database ini udah normal ke berapa ya?” query yg simple aja ko ga bisa ya… gilee….tapi aku harus selesein PR ini..(ayo semangat!!!!) langkah pertama (hah langkah pertama???kaya apaan aja…hehehehe) export data dulu ke excel baru deh mulai di normalkan (ko cuma dua doang langkahnya????) mencoba menormalkan ( di excelà jd flat tabel)…. database konflik ini acuan yg paling tinggi itu di tabel konflik, semua tabel bermuara di tabel konflik… trus kan ada perubahan seharusnya database … Continue reading →