Stop Ekspansi, Hentikan Penggunaan Kayu dari Hutan Alam

Gambar 1. Pemaparan Narasumber dalam Seminar Hutan Tanaman Industri (HTI) Perusakan hutan dan lingkungan kian menggila, sementara komitmen parapihak dalam perbaikan tatakelola hutan patut dipertanyakan dan dianggap jauh dari yang diharapkan. Hal tersebut tercermin dari ketidakmampuan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam memasok kebutuhan bahan baku industri pulp dan kertas yang masih menggunakan kayu dari hutan alam. Beranjak dari permasalahan tersebut, Forest Watch Indonesia bekerja sama dengan Forest Trends menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Potret Pembangunan Hutan Tanaman dan Ketersediaan Bahan Baku Kayu bagi Industri Pulp dan Kertas” di Jakarta pada 17 Juli 2014. Seminar tersebut digelar dengan tujuan berbagi informasi terkini tentang rencana pemerintah dan perusahaan pulp dan kertas dalam memanfaatkan … Continue reading →

“JANGAN USIK HUTANKU !,” dari hati sang pemburu

Perawakan kekar dengan rambut gundul, Bapak Oce dengan gagah membawa busur panahnya. Terbuat dari batang pinang, dengan tali pegas terbuat dari bambu, serta anak panah terbuat dari rotan yang diujungnya direkatkan lempengan besi runcing yang telah dibumbui racun khas yang dapat melumpuhkan hewan yang naas nasibnya. Sore itu, kami mengikuti aktifitas Bapak Oce dan dua warga desa lainnya untuk berburu ke dalam hutan. Bapak Oce merupakan salah satu pemburu ulung di kampungnya. Desa Rebi, Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru. Senyumnya yang khas , dengan gigi berwarna merah di sela – selanya, akibat rutin mengunyah sirih pinang, dan cukup menenangkan hati bagi yang melihatnya. Mengunyah sirih pinang merupakan adat dan budaya … Continue reading →

Paduserasi Kriteria dan Indikator Tata Kelola Hutan

Sudah sangat sering kita mendengar, terjadi perambahan hutan besar-besaran, korupsi di sektor kehutanan yang kian merajalela, pembakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali, konversi hutan alam menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang semakin masif, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalah kehutanan yang tidak ada habis pemberitaannya. Semua permasalahan tersebut cepat atau lambat akan menghacurkan sumberdaya hutan yang tersisa.

Dukung Upacara Sumpah Adat Muara Tae

Teman-teman yang baik, Pertama-tama terima kasih kepada Kita semua yang telah berkenan menalangi beberapa kebutuhan dana awal, sekaligus berkomitmen untuk terus menjadi teman dan pendukung hutan dan masyarakat adat Muara Tae di Kalimantan Timur. Di sekitar awal Mei nanti, Muara Tae akan menyelenggarakan Upacara Sumpah Adat yang akan berlangsung selama 64 hari, untuk keselamatan hutan dan masyarakat adat Muara Tae, untuk menjaga dan berkarya bagi tanah-tanah warisan leluhur Muara Tae, semoga juga menyumbang kelestarian seluruh bumi dan isinya. Menuju ke upacara tersebut, kita menggalang pertemanan dan dukungan melalui facebook dan dompet sumbangan di https://www.indiegogo.com/projects/a-borneo-tribe-is-losing-their-forest-what-would-love-do#activity yang saat ini sudah di hari ke 17 dari 30, dan telah mengumpulkan $7,914 dari kebutuhan … Continue reading →

Berbagi Pengalaman Sengketa atas Informasi Publik

Forest Watch Indonesia (FWI) merupakan organisasi yang fokus terhadap penyedia informasi alternatif kehutanan. Selaras dengan konsern tersebut, tema FWI di tahun 2014-2017 adalah “Memimpin Perbaikan Tata Kelola Hutan melalui Gerakan Keterbukaan Informasi Kehutanan”. Oleh sebab itu, FWI berkomitmen untuk selalu berupaya mendorong keterbukaan informasi di sektor kehutanan. Terdapat banyak cara yang digunakan oleh FWI dalam mengupdate informasi kehutanan. Baik itu melalui kerjasama, tukar-menukar data, maupun memanfaatkan UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pada awal Agustus 2013, FWI mengajukan permohonan informasi kepada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan (BUK) Kementerian Kehutanan RI sesuai dengan regulasi yang ada. Permohonan informasi tersebut sudah sampai ke tahap sengketa informasi di Komisi Informasi (KI) Pusat … Continue reading →