Sungai Urat Nadi Kehidupan

Pada hari ini, lima tahun yang lalu, pemerintah pada tahun 2011 telah menetapkan tanggal 27 Juli sebagai hari Sungai Nasional. Ketetapan ini termuat dalam Peraturan Pemerintah No 38 tahun 2011 tentang Sungai. Bunyi pasal 74 pada peraturan pemerintah tersebut adalah “Dalam rangka memberikan motivasi kepada masyarakat agar peduli terhadap sungai, tanggal ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini ditetapkan sebagai Hari Sungai Nasional”. Entah apa yang menjadi latar belakang sebenarnya dari ditetapkannya tanggal tersebut sebagai Hari Sungai. Pastiya sebuah peraturan dibuat agar satu peraturan dan peraturan lainnya memiliki keterkaitan dan kerurutan dari tingkat undang-undang hingga ke peraturan desa. Dalam kasus PP tentang Sungai, setidaknya ada dua hal yang sebaiknya dicermati dengan keluarnya PP … Continue reading →

Mempertanyakan Kinerja Keterbukaan Informasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang

Jumat (03/06/16), sidang ajudikasi nonlitigasi antara Forest Watch Indonesia (FWI) sebagai Pemohon dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (KemenATR/BPN) sebagai Termohon berjalan setimpang. Sepanjang persidangan yang berlangsung 2 jam, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KemenATR/BPN dicecar berbagai macam pertanyaan oleh majelis komisioner. Pertanyaan majelis komisioner beragam, dari mulai ketidakhadiran KemenATR/BPN dalam beberapa kali persidangan dan mediasi, kejelasan status dokumen, hingga keberadaan dokumen yang diminta FWI. Sudah sejak Desember 2015, FWI mendaftarkan penyelesaian sengketa informasi kepada Komisi Informasi Pusat. Hal ini berkenaan dengan tidak ditanggapinya permohonan informasi terkait dokumen Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit oleh KemenATR/BPN (baca: http://fwi.or.id/publikasi/kementerian-agraria-dan-tata-ruang-belum-sepenuhnya-mematuhi-undang-undang-keterbukaan-informasi-publik/ ). Ini adalah kali keenam dari diselenggarakannya sidang penyelesaian sengketa … Continue reading →

Suksesi Ekologi di Krakatau

Beliau adalah Tukirin Partomihardjo, profesor botani dari LIPI yang telah mendedikasikan setengah perjalanan hidupnya untuk meneliti perkembangan suksesi di kepulauan krakatau (rakata, sertung, panjang dan anak krakatau). Suatu kesempatan yang tidak bisa ditolak bisa ikut bersama rombongan Prof Tukirin, satu-satunya ahli suksesi ekologi Indonesia yang telah melakukan penelitian suksesi ekologi di Kepulauan Krakatau sejak tahun 1981. Empat hari saya habiskan untuk mengikuti kegiatan beliau di Pulau Anak Krakatau dan Pulau Rakata. Meski usianya sudah 64 tahun serta perawakan yang kurus dengan tinggi sekitar 160 cm, beliau masih sangat tangguh untuk mendaki puncak gunung anak krakatau dan juga menyusuri lebatnya hutan di Pulau Rakata. Bahkan saya sangat kesulitan untuk mengikuti sigap … Continue reading →