PENGGALANGAN DANA untuk KORBAN KEBAKARAN DI KAMPUNG CIBULAO, PUNCAK

  Berikut merupakan Laporan hasil Penggalangan dana untuk Korban Kebakaran Di Desa Cibulao, Puncak. Dibawah ini merupakan tabel pengumpulan bantuan yang disalurkan kepada korban kebakaran di Kampung Cibulao   Hari/Tanggal Target Nilai/Barang Keterangan Kamis/13 Juli 2017 4 KK Korban Kebakaran Bencana Terjadi Musibah Kebakaran 13-18 Juli 2017 Masyarakat Umum Pakaian, Alat Rumah Tangga, Selimut, Makanan Pengumpulan Donasi Sesi I Kamis, 19 Juli 2017 Korban Kebakaran Pakaian, Alat Rumah Tangga, Selimut, Makanan Penyaluran Donasi Sesi Pertama oleh Tim FWI Agustus-September Masyarakat Umum Uang Pengumpulan Donasi Sesi II Kamis, 19 Oktober 2017 Korban Kebakaran Uang Sebesar 1.288.000 Kiriman dari Getza (Pengumpulan Donasi Cuniro Coffee) Pertanggal 20 Agustus 2017 Penyaluran Uang Donasi   … Continue reading →

Pengurus Perkumpulan FWI 2015-2018

Rekan-rekan Anggota FWI dan pemerhati lingkungan yang baik,… Puji syukur atas berkat dan bimbingan-Nya, FWI (Forest Watch Indonesia) telah melalui penyelengaraan Pertemuan Anggota FWI dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Tentu saja pertemuan kemarin menjadi langkah awal bagi kita semua untuk menjawab tantangan sebagai bagian dari upaya kita untuk memperbaikan tata kelola hutan di Indonesia yang dimulai dengan memastikan sistem pengelolaan data informasi kehutanan yang terbuka dan akuntabel. Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di organisasi ini, maka pertemuan anggota pada Selasa (16 Juni 2015) telah merumuskan dan menetapkan beberapa keputusan strategis dalam rangka keberlanjutan organisasi, baik itu yang terkait keanggotaan, agenda-agenda strategis maupun terkait dengan kepemimpinan organisasi ini. Berikut … Continue reading →

Talk Show – Kondisi Krisis Pulau-Pulau Kecil dan Hak Masyarakat Adat

Kegiatan “Talk Show”: Kondisi krisis pulau-pulau kecil dan hak masyarakat adat, adalah serangkaian kegiatan untuk mendorong penghentian ekploitasi lahan dan hutan dipulau-pulau kecil di Indonesia yang bisa berakibat rusak bahkan tenggelam. Eksploitasi sumberdaya alam yang terjadi jelas sangat mengancam keberadaan hutan alam yang terdapat di pulau-pulau kecil. Hutan di pulau-pulau kecil memang tidak menyumbang banyak dalam jumlah luasan hutan alam di Indonesia. Namun keberadaan hutan di pulau-pulau kecil dinilai tidak kalah penting dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia sebagai Negara kepulauan. Keberadaan hutan alam di pulau kecil juga sangat berguna dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut di muka bumi.
… Continue reading →

Manjaga Sumber Air Hutan pun Ikut Terjaga

“Kami memang sengaja tidak membuat sumur di masing-masing rumah, tidak apa-apa kami harus menangkut berember-ember air setiap hari. Ini dilakukan agar mata air yang ada tidak rusak”. Ungkap Ibu Lentji Ganobal, Kepala Desa Lorang. Masyarakat yang terletak di Desa Lorang Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku ini sangat menjaga keberadaan mata air yang ada di desanya. Bagi masyarakat, mata air menjadi hal ‘kramat’ yang keberadaannya harus terus dilestarikan. Hal tersebut mungkin kurang dirasakan oleh masyarakat perkotaan yang sudah tersentuh dengan pompa air modern, air PAM atau air minum dalam kemasan (AMDK). Akan tetapi, bagi masyarakat pedesaan yang masih sangat bergantung dengan lingkungan alamnya, mata air adalah sesuatu yang sangat berharga. Desa … Continue reading →

Roadshow Bedah Buku Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013

Pada tahun 2000 Forest Watch Indonesia bersama Global Forest Watch menyajikan laporan pertama mengenai kondisi hutan Indonesia dan menyebutkan laju deforestasi 2 juta hektare per tahun. Kemudian pada tahun 2011, FWI kembali menyajikan sebuah laporan tentang keadaan hutan Indonesia, melalui buku Potret Keadaan Hutan Indonesia periode 2000-2009. Laporan ini menyediakan analisis yang rinci mengenai skala perubahan yang mempengaruhi hutan-hutan Indonesia, diantaranya menemukan bahwa luas tutupan hutan alam hanya tinggal 80 juta hektare dan tingkat deforestasi masih relatif tinggi yaitu 1,5 juta hektare per tahun, dengan laju deforestasi terbesar di Kalimantan yaitu sekitar 550 ribu hektare per tahun. Laju deforestasi yang tetap tinggi disebabkan suatu sistem politik dan ekonomi yang korup, … Continue reading →