Sengketa Informasi HGU antara FWI dengan ATR/BPN berlanjut ke Mahkamah Agung

Sengketa informasi publik yang terjadi antara (FWI) Forest Watch Indonesia dan Kemen ATR/BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) hingga saat ini belum usai. Pada sidang yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2016, PTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara) memutuskan bahwa FWI memenangkan keberatan yang diajukan kepada Kemen ATR/BPN. Petikan Salinan Putusan No. 2/G/KI/2016/PTUN-JKT tertanggal 23 Desember 2016 adalah (halaman 22 dan 23): 1. Menolak Permohonan Pemohon Keberatan; 2. Menguatkan Putusan komisi Informasi KIP Pusat Republik Indonesia 057/XII/KIP-PS-M-A/2015, tanggal 22 Juli 2016 (http://fwi.or.id/publikasi/putusan-sengketa-informasi-antara-fwi-dg-kementerian-atruangbpn/); 3. Menghukum Pemohon keberatan untuk m,embayar biaya perkara ini yang diperhitungkan sebesar Rp. 218.000,- (dua ratus delapan belas ribu rupiah). Setelah menerima keputusan yang dibuat PTUN, … Continue reading →

Lomba Film – Pohon Sumber Kehidupan

“LOMBA FILM POHON” “Bencana erosi selalu datang menghantui, Tanah kering kerontang Banjir datang itu pasti. Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi, Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia.  Lestarikan hutan hanya celoteh belaka, Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu. Oh, Jelas kami kecewa.” –Iwan Fals- Indonesia yang seharusnya Raya sedang diancam dengan kehancuran alam akibat sifat rakus manusianya. Bencana yang terjadi seharusnya bisa menjadi bukti betapa menderitanya alam ini. Tengoklah kondisi alam saat ini, ‘Tubuh’nya yang dirampas si pemangku kepentingan atas izin pemerintah, dan ‘Darah’ nya yang kita cemari seakan tempat pembuangan akhir.  Jelas tidak cukup hanya dengan “Kami kecewa”. Alam menyimpan banyak cerita. Menyediakan penghidupan bagi banyak makhluk di … Continue reading →

Diskusi Masyarakat Sipil untuk Peningkatan Standar ISPO

Minyak sawit telah menjadi komoditas penting bagi Indonesia dan pasar dunia saat ini. Secara nasional produk kelapa sawit menjadi sumber devisa terbesar kedua setelah minyak dan gas bumi. Dan lebih dari 40% kebutuhan minyak sawit dunia dipasok dari Indonesia. Besarnya perhatian pemerintah terhadap kelapa sawit bisa dilihat dari peningkatan ekspor minyak kelapa sawit yang cenderung tajam. Pada tahun 2008 total volume ekspor mencapai 15,65 juta ton dengan nilai US$ 13,80 milyar, sementara pada tahun 2014 sudah meningkat menjadi 24,37 juta ton dengan nilai US$ 19,01 milyar.[FWI, Ekspansi Kelapa Sawit di Pulau Kalimantan, 2016] Peluang pemerintah untuk menghasilkan devisa dari produk kelapa sawit, diikuti dengan upaya memacu produksi kelapa sawit, yang … Continue reading →

Kenapa Perlu Tahu?

Dunia memperingati hari Hak untuk Tahu (International Right to Know Day) setiap 28 September. RTKD pertama kali dideklarasikan di Kota Sofia, Bulgaria pada 28 September 2002. Sedangkan Indonesia baru memperingatinya sejak 2010 yang di inisiasi oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) bersama Komisi Informasi Provinsi yang telah terbentuk saat itu, dan hingga saat ini Hari Hak untuk Tahu Sedunia diperingati lebih dari 60 negara demokrasi di dunia. Nilai-nilai penting dalam memaknai RTKD adalah, pertama, akses informasi merupakan hak setiap orang. Kedua, informasi yang dirahasiakan adalah merupakan informasi yang dikecualikan. Ketiga, hak untuk tahu diaplikasikan di semua lembaga publik. Harapannya agar semua permintaan permohonan informasi menjadi cepat, sederhana, dan tanpa biaya. Para … Continue reading →

Konsolidasi CSO dalam Upaya Penyelamatan Ekosistem Mangrove di Indonesia

sumber: http://mongabay.co.id

Focus Group Discussion Mangrove Siemenpuu Foundation memberi dukungan program hibah kepada organisasi-organisasi masyarakat sipil dalam penyelamatan ekosistem dalam beberapa tahun terkahir. Kemudian sejak tahun 2002, dukungan program hibah tersebut dimplementasikan di Indonesia. Pada tahun ini, Siemenpuu berencana akan memfokuskan target kegiatannya pada upaya penyelamatan ekosistem mangrove sebagai bagian dari program penyelamatan hutan rawa gambut. Agar implementsi program penyelamatan mangrove tersebut berjalan dengan baik, maka Siemenpuu berpendapat bahwa persiapan menjadi tahapan penting sehingga dapat bersinergi dengan program sebelumnya. Bentuk aktifitas yang akan dilakukan pada tahap persiapan ini, diantaranya: pemetaan aktor-aktor (organisasi masyarakat sipil) yang fokus dalam upaya penyelamatan mangrove, menginisiasi pembentukan jaringan kerja organisasi masyarakat sipil (CSO), asesmen awal, termasuk memberikan … Continue reading →