Dimana Letak REDD

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh: Hariadi Kartodihardjo Kebijakan dan kegiatan pengelolaan hutan di Indonesia dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh hasil-hasil pertemuan internasional atau ide dari lembaga-lembaga donor, misalnya dikembangkannya sertifikasi hutan, perhutanan sosial, program kehutanan multipihak, konservasi hutan yang berni lai tinggi, pemberantasan illegal logging, sertifikasi legalitas kayu, serta pengurangan emisi gas rumah kaca dari pengurangan kegiatan deforestasi dan degradasi hutan (REDD). Berbagai inisiatif tersebut seolah-olah telah menjadi arus utama pembangunan kehutanan selama ini. Ide-ide pembaruan lainnya, terutama yang digagas oleh pemerintah dan konstituen lokalnya, tidak pernah menjadi percaturan pembicaraan kehutanan secara nasional, misalnya pengembangan silvikultur intensif, hutan tanaman untuk rakyat, maupun pembangunan organisasi pengelolaan hutan (KPH) di tingkat tapak/lapangan. … Continue reading →

Komitmen Penguranan Emisi Indonesia itu masih Business As Usual

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh : Yuyun Indradi/ Anggota Forest Watch Indonesia Dari Pittsburgh ke Kopenhagen “We are devising an energy mix policy including LULUCF (Land Use, Land Use Change, and Forestry) that will reduce our emissions by 26 percent by 2020 from BAU (Business As Usual). With international support, we are confident that we can reduce emissions by as much as 41 percent. This target is entirely achievable because most of our emissions come from forest related issues, such as forest fires and deforestation. We are also looking into the distinct possibility to commit a billion ton of CO2 reduction by 2050 from BAU. We will change the status of … Continue reading →

Kiamat Itu Datang dari Kopenhagen

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh : Bernardus Steni 2012 kata penanggalan suku Maya, waktu dunia akan berakhir. Semua berhenti, tidak ada lagi asa yang tersisa. Di Copenhagen pada awal perundingan asa itu masih ada. Sejak perundingan perubahan iklim berjalan terseok-seok, jutaan penduduk bumi berharap Copenhagen menjadi titik balik perdebatan perubahan iklim yang tak kunjung ketemu antara berbagai pihak, terutama antara negara maju dengan negara berkembang. Harapan tersebut diartikulasikan dengan jitu oleh kampanye perubahan iklim di kota ini “Hopenhagen”, plesetan Copenhagen yang mewakili harapan banyak pihak. Harapan tertempel di setiap tempat-tempat strategis, dia menyebar, membuat banyak orang berpikir soal hari esok yang tidak boleh merana dan membuat masa lalu menjadi tak berarti. … Continue reading →

Monitoring Tumpang Tindih Pengelolaan Sumberdaya Hutan di Areal Rencana Demonstrasi REDD

Intip Hutan-Mei 2010 Forest Watch Indonesia bersama HuMA dan JKPP melakukan kerjasama untuk memberikan dukungan kepada masyarakat melalui penyajian dan analisis tumpang tindih pemanfaatan hutan dan monitoring sistem tenure dalam demonstrasi REDD. Analisis tenure ini juga dijadikan sebagai monitoring proses implementasi model REDD yang lagi berkembang di Indonesia berkaitan dengan hak-hak masyarakat, terutama hak-hak atas tanah/lahan. Penyajian dan analisis tumpang tindih pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya hutan untuk memberikan informasi yang berimbang dengan berbagai inisiatif yang berkembang saat ini dalam mendukung proses-proses negosiasi pada tingkat masyarakat adat/lokal. Pengembangan analisis data dan tumpang tindih kawasan hutan sebagai awal model analisis untuk memahami konflik tenure di site-site yang menjadi areal demonstasi REDD. Hal … Continue reading →

Inisiasi Kebijakan REDD di Indonesia; Menunggu Asa atau Masalah

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh : Putra Agung Kebijakan perubahan deforestasi iklim global mengidentifikasikan bahwa deforestasi dan degradasi hutan sebagai salah satu sumber utama gas rumah kaca. Emisi karbon dari perubahan tata guna lahan diperkirakan sebesar seperlima dari total emisi global dunia saat ini. Oleh karena banyak pihak yang menganggap bahwa dengan menjaga tutupan hutan yang masih ada adalah suatu pilihan untuk mitigasi perubahan iklim. Anggapan tersebut melahirkan suatu skema mitigasi perubahan iklim yang menjadikan sektor kehutanan sebagai pemain utama dengan lahirnya skema REDD (Reducing Emission from deforestation and Forest Degradation). Saat ini REDD dianggap sebagai komponen penting untuk perlindungan global terhadap perubahan iklim yang nantinya pada tahun 2012 akan menggantikan … Continue reading →