Mau dibawa Kemana Nasib Hutan Kita?

Intip Hutan Februari 2015 Dengan kondisi hutan yang semakin tergerus, sudah seharusnya ada perubahan paradigma pengelolaan hutan nasional dan mereformasi sistem pengelolaan hutan menjadi sebuah sistem yang transparan, akuntabel dan partisipatif. Tentunya inisiatif dan dorongan perubahan tatakelola menuju pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan ini diharapkan selalu menjadi agenda utama sehingga dapat terus dilaksanakan dan tiada henti walau negeri ini berganti pimpinan. Edisi ini didedikasikan untuk seluruh kontributor Potret Keadaan Hutan Indonesia Perioide 2009-2013 yang telah meluangkan tenaga dan mencurahkan hail pemikiran dalam tulisan-tulisan yang sangat baik sekali dalam memberikan sumbanganh wawasan, pengetahuan terkait dengan hutan dan pengelolaan hutan. Masukan-masukan dari para pihak sangatlah penting untuk menjadi bahan evaluasi dan … Continue reading →

Penghitungan Karbon

Hutan sebagai sebuah ekosistem alami memilikiperan penting dalam siklus dinamika karbon.Hutan memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dan mengontrol pelepasannya ke udara. Pohon di hutan mampu menyerap karbondioksida (CO2) untuk fotosintesis dan menyimpannya dalam bentuk karbohidrat pada kantong karbon di akar, batang, dan daun sebelum dilepaskan kembali ke atmosfer. Hal ini menimbulkan keterkaitan antara biomassa hutan dengan kandungan karbon. Hutan memiliki setidaknya empat kolam karbon ; Biomassa Atas Permukaan (Aboveground Biomass), Biomassa Bawah Permukaan (Underground Biomass), Bahan Organik Mati, dan Kandungan Karbon Organik Tanah. Semua komponen vegetasi hutan termasuk pohon dan strata tumbuhan bawah termasuk dalam biomassa permukaan. Sedangkan akar termasuk dalam biomassa bawah permukaan selain kandungan organik tanah yang memiliki … Continue reading →

Dimana Letak REDD

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh: Hariadi Kartodihardjo Kebijakan dan kegiatan pengelolaan hutan di Indonesia dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh hasil-hasil pertemuan internasional atau ide dari lembaga-lembaga donor, misalnya dikembangkannya sertifikasi hutan, perhutanan sosial, program kehutanan multipihak, konservasi hutan yang berni lai tinggi, pemberantasan illegal logging, sertifikasi legalitas kayu, serta pengurangan emisi gas rumah kaca dari pengurangan kegiatan deforestasi dan degradasi hutan (REDD). Berbagai inisiatif tersebut seolah-olah telah menjadi arus utama pembangunan kehutanan selama ini. Ide-ide pembaruan lainnya, terutama yang digagas oleh pemerintah dan konstituen lokalnya, tidak pernah menjadi percaturan pembicaraan kehutanan secara nasional, misalnya pengembangan silvikultur intensif, hutan tanaman untuk rakyat, maupun pembangunan organisasi pengelolaan hutan (KPH) di tingkat tapak/lapangan. … Continue reading →

Komitmen Penguranan Emisi Indonesia itu masih Business As Usual

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh : Yuyun Indradi/ Anggota Forest Watch Indonesia Dari Pittsburgh ke Kopenhagen “We are devising an energy mix policy including LULUCF (Land Use, Land Use Change, and Forestry) that will reduce our emissions by 26 percent by 2020 from BAU (Business As Usual). With international support, we are confident that we can reduce emissions by as much as 41 percent. This target is entirely achievable because most of our emissions come from forest related issues, such as forest fires and deforestation. We are also looking into the distinct possibility to commit a billion ton of CO2 reduction by 2050 from BAU. We will change the status of … Continue reading →

Kiamat Itu Datang dari Kopenhagen

Intip Hutan-Mei 2010 Oleh : Bernardus Steni 2012 kata penanggalan suku Maya, waktu dunia akan berakhir. Semua berhenti, tidak ada lagi asa yang tersisa. Di Copenhagen pada awal perundingan asa itu masih ada. Sejak perundingan perubahan iklim berjalan terseok-seok, jutaan penduduk bumi berharap Copenhagen menjadi titik balik perdebatan perubahan iklim yang tak kunjung ketemu antara berbagai pihak, terutama antara negara maju dengan negara berkembang. Harapan tersebut diartikulasikan dengan jitu oleh kampanye perubahan iklim di kota ini “Hopenhagen”, plesetan Copenhagen yang mewakili harapan banyak pihak. Harapan tertempel di setiap tempat-tempat strategis, dia menyebar, membuat banyak orang berpikir soal hari esok yang tidak boleh merana dan membuat masa lalu menjadi tak berarti. … Continue reading →