Keterikatan Suku Mentawai dengan Hutan

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 7 Oleh : Gerson Merari Saleleubaja (Yayasan Citra Mandiri Mentawai) Dalam kepercayaan masyarakat di Mentawai, merusak hutan sama saja dengan merusak kehidupan. Aturan tersebut ada dalam kehidupan adat istiadat mereka yang dikenal dengan kearifan lokal. Di masa lalu masyarakat Mentawai juga mengenal Panaki, suatu upacara yang dilakukan sebelum membuka hutan untuk keperluan ladang mereka. Upacara Panaki dilakukan dengan menggunakan guntingan kain kecil-kecil yang disangkutkan pada satu tiang kayu, upacara ini dimaksudkan untuk meminta izin kepada penguasa hutan agar penguasa tersebut tidak terkejut. Tanpa Panaki, pembukaan hutan menjadi ladang tidak mungkin dilakukan. Untuk sebagian orang, adat istiadat ini akan dinilai naif jika disandingkan … Continue reading →

“JANGAN USIK HUTANKU !,” dari Hati Sang Pemburu

“JANGAN USIK HUTANKU !,” dari Hati Sang Pemburu

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 6 Oleh : Anggi Sanjaya Perawakan kekar dengan rambut gundul, Bapak Oce dengan gagah membawa busur panahnya. Terbuat dari batang pinang, dengan tali pegas terbuat dari bambu, serta anak panah terbuat dari rotan yang diujungnya direkatkan lempengan besi runcing yang telah dibumbui racun khas yang dapat melumpuhkan hewan yang naas nasibnya. Sore itu, kami mengikuti aktifitas Bapak Oce dan dua warga desa lainnya untuk berburu ke dalam hutan. Bapak Oce merupakan salah satu pemburu ulung di kampungnya.Desa Rebi, Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru. Senyumnya yang khas, dengan gigi berwarna merah di sela – selanya, akibat rutin mengunyah sirih pinang, dan cukup menenangkan … Continue reading →

Gagahnya Rimba Jargaria, Tempat Bermainnya Sang Pangeran Rimba

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 5 Oleh : Mufti Fathul Barri (Forest Watch Indonesia) Mesin masih berbunyi dikala fajar tiba, Sang Raja Langit mulai menunjukkan cahayanya, puluhan pulau-pulau kecil diantara selat-selat kecil mulai tampak semakin jelas. Keperkasaan rimba di tengah-tengah samudera mulai terasasangat menakjubkan. Kicauan para bidadari udara mulai bernyanyi dan menunjukkan tariannya. Kabut tebal perlahan mulai hilang dan semakin memperjelas indahnya alam di Bumi Jargaria. Sebuah perjalanan yang sangat menakjubkan ini, baru gerbang Jargaria. Kami semakin tidak sabar untuk menyaksikan gagahnya isi rimba yang menjadi tempat tinggal burung-burung surga. Bumi Jargaria adalah sebuah bahasa lokal atau ungkapan yang berarti “Kepulauan Aru”. Sebuah tempat tersembunyi di negeritimur … Continue reading →

Masyarakat Adat Penyelamat Pulau-Pulau Kecil yang Rentan terhadap Gempuran Investasi

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 4 Oleh : Farid Wadji (PB AMAN/Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Lebih dari tiga belas ribu pulau yang terdaftar dan berkoordinat di wilayah Nusantara adalah gugusan pulau-pulau kecil dan hanya sekitar 0,2 persen dari pulau-pulau di Nusantara yang terdaftar merupakan pulau besar. Menurut UU No 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, definisi pulau kecil adalah daratan dengan luas kurang dari 2000 km persegi beserta kesatuan ekosistemnya. Berbicara tentang ekosistem dari pulau-pulau kecil tidak akan terlepas dari proses interaksi antara komunitas yang menetap di pulau tersebut dengan sumberdaya alam yang tersedia. Kerusakan maupun kelestarian sebuah ekosistem pulau-pulau kecil sangat dipengaruhi … Continue reading →

Nasib Pulau-Pulau Kecil Di Tanah Air

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 Artikel 3 Oleh : Andi Chairil Ichsan (Pengajar Fakultas Kehutanan, Universitas Mataram) Julukan sebagai Negara seribu pulau memang sangat pantas untuk disematkan kepada negeri yang bernama Indonesia. betapa tidak, menurut data dari berbagai sumber, jumlah pulau di indonesia saat ini sebanyak 13.466 pulau yang sebelumnya di klaim mencapai 17.508. 7.870 telah memiliki nama, sementara sisanya pulau tanpa nama. Sebagai bagian dari ekosistem kepulauan, maka sudah tentu pulau-pulau di Indonesia termasuk pulau kecil memiliki peran, posisi serta potensi yang sangat strategis untuk menjamin keberlanjutan pembangunan Indonesia sebagai bangsa yang utuh dan berdaulat. Selama ini, kontribusi yang sangat tinggi telah diberikan daerah-daerah kepulauan dalam mendorong … Continue reading →