Peran Perbankan Terhadap Ekspansi Industri dan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari

Intip Hutan Edisi Desember 2015 – Peran Perbankan Terhadap Ekspansi Industri dan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari yang Menyebabkan Terjadinya Perusakan Lingkungan dan Maraknya Konflik Bank selaku penyedia jasa keuangan memiliki peran yang cukup besar dalam mendukung pembangunan hutan tanaman industri (HTI). Berdasarkan kebijakan/aturan yang ada, bank selaku penyedia modal memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa aktivitas pengelolaan usaha yang dilakukan oleh debiturnya tidak merusak lingkungan hidup sebagaimana terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor. 7/2/PBI/2005 mengenai Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, pada pasal 11 huruf (e). Selain itu, Hukum Perbankan berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, mengharuskan bank dalam … Continue reading →

Ekspansi Kelapa Sawit di Pulau Kalimantan

INTIP HUTAN Edisi Desember 2015, Tulisan ke-2 NAWA CITA atau agenda prioritas kabinet kerja mengarahkan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, yaitu mencakup: (1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, (2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019 tahap-3, sektor pertanian masih diutamakan dalam pembangunan ekonomi nasional. Pada RPJM tahap-3 subsektor perkebunan berpotensi besar dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam kurun 4 tahun (2010-2014) terjadi peningkatan sumbangan subsektor perkebunan terhadap PDB sebesar 78,7%. Dari 2,11 persen atau urutan ketiga di sektor pertanian menjadi 3,77 persen di urutan pertama (BPS, 2014). Secara … Continue reading →

Mainstreaming Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dalam Perbaikan Tata Kelola Hutan Indonesia

Perbaikan Tata Kelola Melalui Pengelolaan Hutan di Tingkat Tapak Potret hutan Indonesia saat ini merupakan cermin tata kelola hutan yang kurang baik. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat deforestasi akibat konversi hutan melalui proses-proses ektraksi kayu dan juga alih fungsi penggunaan lahan untuk budidaya kehutanan dan non kehutanan. Forest Watch Indonesia mencatat selama kurun waktu 2009 – 2013 laju kehilangan hutan alam di Indonesia mencapai 1,13 juta hektare per tahun. Selain itu, konflik lahan di kawasan hutan juga terjadi. Kementerian Kehutanan (2013) memperkirakan seluas 17,6 juta Ha – 24,4 juta Ha wilayah kawasan hutan terjadi kon?ik. Permasalahan kehutanan yang timbul akibat kegiatan konversi dan alih fungsi, penurunan kinerja usaha kehutanan, … Continue reading →

Hutan Sumber Air, Hutan Sumber Hidup, Hutan Milik Warga

“INTIP HUTAN” edisi Desember 2015 “Hutan sumber air, hutan sumber hidup, hutan milik warga”. Hutan adalah sumberdaya alam yang selama ini menyediakan sumber air bagi kehidupan manusia. Fungsi hutan tersebut erat kaitannya dengan sumberdaya alam yang mampu menjadi sumber kehidupan manusia. Dengan urgensi tersebut, sudah sepatutnya pengelolaan hutan di Indonesia bertujuan untuk kemakmuran, kesejahteraan dan keselamatan warga. Hutan Indonesia di-claim sebagai paru-paru dunia yang mampu menyuplai oksigen sebagai syarat kehidupan. Pada tahun 2013, Indonesia masih memiliki 82 juta Ha hutan alam yang tersebar di Nusantara. Keberadaan hutan alam tersebut tidak pernah lepas dari ancaman deforestasi yang saat ini masih terjadi. Dengan segala macam permasalahannya, Indonesia kini kehilangan hutan dengan laju … Continue reading →

Selamatkan Hutan Alam di Pulau-Pulau Kecil

INTIP HUTAN Edisi September – Desember 2015 “Nenek moyang kita adalah seorang pelaut”. Semboyan yang sejak dahulu sudah ada dan tertancap di benak kita bahwa laut adalah wilayah yang paling luas di bumi pertiwi Indonesia. Mereka berjuang melawan gelombang laut demi memajukan bangsa. Berlindung dari badai dan gelombang di balik pulau-pulau kecil yang ada di lautan nusantara. Mereka menjadikan pulau-pulau kecil sebagai tempat persinggahan untuk beristirahat, mencari makan, mencari air, dan bahkan bercocok tanam. Tidak jarang kita menemukan benda-benda peninggalan nenek moyang kita di pulau-pulau kecil. Mulai dari benda pra sejarah, makam tua, benteng, dan masih banyak lagi bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kita sangat membutuhkan keberadaan pulau-pulau kecil di Nusantara … Continue reading →