Andi Juanda, Sang Pilot Drone

Intip Hutan Edisi Desember 2015 Sungguh momok menyeramkan untuk Indonesia. Kebakaran hutan yang terjadi tahun ini adalah peristiwa terhebat sepanjang 18 tahun silam. Kala itu Negeri ini sedang darurat asap! Kebakaran hutan yang melanda tahun ini merupakan peristiwa penting bagi para penggiat lingkungan mengaplikasikan teknologi drone dalam memantau hutan, tak terlewatkan FWI. Karena dengan drone kita mendapatkan rekaman kondisi hutan terkini, semisal rekaman asap tebal dari lahan gambut yang terbakar pada sebuah konsesi. Tentu adanya teknologi ini sangat membantu kita dalam memantau hutan dengan cakupan lebih luas dan efisien. Drone tidak banyak berarti tanpa kehadiran pilot. Karena drone adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot. … Continue reading →

Teknologi Terbaru Wahana Tanpa Awak (Drones)

Intip Hutan Edisi Desember 2015 Banyaknya kejahatan hutan yang terjadi seperti pembalakan liar (illegal logging) sejak puluhan tahun lalu mengakibatkan deforestasi yang cukup menghawatirkan di Indonesia. Belum lagi kejadian seperti kebakaran hutan yang baru-baru ini terjadi di lahan gambut Kalimantan dan Sumatera. Kejadian ini merupakan kejadian penting bagi para pegiat lingkungan untuk dapat memanfaatkan teknologi WTA (Wahana Tanpa Awak) dalam memantau hutan. FWI kedepannya, dengan adanya WTA ini dapat melakukan analysis tutupan hutan dan pemantauan kejahatan hutan. Di zaman teknologi yang sudah canggih, banyak orang-orang kreatif yang menciptakan alat – alat yang bermanfaat. Salah satunya wahana tanpa awak atau yang biasa kita kenal dengan nama Drones. Sekarang sudah banyak yang … Continue reading →

Pala, Penjaga Hutan Patani

“Tong hidup dari ini toh, pala ini. Kalau tong tara punya beras, tinggal bawa tong punya pala ini ke kios, bisa dapat beras. Kalau pala ini sampai diganti sawit, tong tidak rela. Kalau bisa, sebelum sawit itu masuk, tong saja mati duluan.” Sepenggal kalimat Jania Hasan, seorang ibu rumah tangga yang ketiga anaknya bisa menyelesaikan kuliah dari pala. Dari menjual biji-biji pala cokelat kehitaman ke kios atau pengepul. Melalui biji pala, kehidupan tumbuh, berkembang, dan bertunas di Bobane Indah, Maluku Utara. Pala, Simbol Kehidupan Komunitas/Masyarakat Adat Patani Maluku Utara, dengan luas daratan mencapai sekitar 4,5 juta hektare, adalah negeri kepulauan yang istimewa. Terdiri dari hampir 1.500 pulau dan hanya empat … Continue reading →

Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)

Intip Hutan Edisi Desember 2015 Illegal logging merupakan salah satu penyebab rusaknya kondisi hutan di Indonesia. Data PKHI 2009-2013 menyebutkan kehilangan hutan alam tropis di Indonesia sebesar 4.6 juta hektar. Berbagai upaya pemerintah Indonesia untuk mengatasi penebangan liar salah satunya tindakan penegakan hukum pemberantasan penebangan liar melalui tindakan represif untuk mengurangai frekuensi penebangan liar. Selain penegakan hukum, dibentuk suatu inisiatif dalam mempromosikan kayu legal, yaitu Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). SVLK merupakan instrumen pembenahan tata kelola melalui verifikasi kepastian hanya kayu legal yang dipanen, diangkut, diolah, serta dipasarkan oleh unit manajemen kehutanan Indonesia. Penerapan sistem ini bertujuan untuk pemberantasan illegal logging dan illegal timber trade, yang juga diupayakan melalui pendekatan … Continue reading →

Peran Perbankan Terhadap Ekspansi Industri dan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari

Intip Hutan Edisi Desember 2015 – Peran Perbankan Terhadap Ekspansi Industri dan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari yang Menyebabkan Terjadinya Perusakan Lingkungan dan Maraknya Konflik Bank selaku penyedia jasa keuangan memiliki peran yang cukup besar dalam mendukung pembangunan hutan tanaman industri (HTI). Berdasarkan kebijakan/aturan yang ada, bank selaku penyedia modal memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa aktivitas pengelolaan usaha yang dilakukan oleh debiturnya tidak merusak lingkungan hidup sebagaimana terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor. 7/2/PBI/2005 mengenai Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, pada pasal 11 huruf (e). Selain itu, Hukum Perbankan berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, mengharuskan bank dalam … Continue reading →