Kementerian Agraria dan Tata Ruang Tidak Mematuhi Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik

Intip Hutan Edisi September 2016 Jakarta, 19 Agustus 2016 Organisasi masyarakat sipil Indonesia mempertanyakan komitmen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (KemenATR/BPN) terkait keterbukaan informasi publik. Pernyataan ini dikeluarkan paska diterimanya pemberitahuan keberatan (banding) oleh KemenATR/BPN atas putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menyatakan dokumen Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit yang dimohonkan Forest Watch Indonesia (FWI) adalah informasi terbuka. Surat Pemberitahuan dan Penyerahan Permohonan Keberatan yang dilayangkan oleh KemenATR/BPN kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta tertanggal 9 Agustus 2016, menandakan tidak ada kemauan terbuka untuk memberi ruang berpartisipasi bagi publik dalam pengawasan pembangunan di sektor perkebunan. Padahal pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan evaluasi terhadap kinerja perkebunan kelapa … Continue reading →

Menyelamatkan Hutan, Menyelamatkan Bumi

“Menyelamatkan Hutan, Menyelamatkan Bumi”. Hutan adalah sumberdaya alam yang selama ini menyediakan sumber kehidupan. Hutan bukanlah sumberdaya alam yang harus di eksploitasi terus menerus. Tanpa hutan tidak ada binatang, tanpa hutan tidak ada air, tanpa hutan tidak ada oksigen, tanpa hutan tidak ada manusia. Pemanasan global terus terjadi. Suhu permukaan bumi terus meningkat, es-es abadi terus menerus hilang, muka air laut terus mengancam tenggelamnya pulau-pulau kecil. Hutan yang menjadi tumpuan utamapun terus berkurang. Ibarat pepatah bijak suku Indian: “Ketika pohon terakhir ditebang, Ketika sungai terakhir dikosongkan, Ketika ikan terakhir ditangkap, barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.” Tahun 2013, Indonesia masih memiliki 82 juta Ha hutan alam … Continue reading →

Si Penjagal yang Melenggang: Ketika Hukum Mampu Dibeli, Tak Ada Lagi Tempat Berpijak Gajah Sumatera!

Intip Hutan Edisi Desember 2015 – Esai Favorit Pilihan Pembaca Pekanbaru (18/12). Masih ingatkah kita dengan tertangkapnya para pemburu gading gajah di Jembatan Leighton II Pekanbaru pada Februari 2015 lalu? Kini kasus tersebut tidak banyak mendapat perhatian dari kalangan media dan masyarakat. Media dan masyarakat seakan dibuai oleh Drama Politik yang terjadi di Negeri ini. Sungguh ironis! Ketika tidak ada lagi tempat berpijak bagi hewan bongsor Gajah Sumatera, bahkan di rumahnya sendiri. Perkara tersebut kini telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Propinsi Riau. Setelah sebelumnya ketujuh terdakwa yaitu Fadli (51), Ari (40), Mursid (52), Ruslan (40), Ishak (25), Anwar (40) dan Dani (19) telah divonis rata-rata 1 tahun … Continue reading →

Hutan Lindung Sebagai Sumber Energi Listrik Masyarakat Desa Cipeteuy

Intip Hutan Edisi Desember 2015 – Juara 3 Lomba Esai 2015 Hutan lindung merupakan sebuah public goods yang berfungsi sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Hutan lindung sudah jelas mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan debit air yang berasal dari hujan sehingga menjadi tempat buffering agar siklus air yang jatuh ke permukaan bumi tidak langsung menuju ke laut. Hal tersebut dapat memberikan peran agar tidak terjadi banjir di daerah hilir sungai. Banyak sekali fungsi dari hutan lindung yang saat ini masyarakat indonesia ketahui secara awam. Masyarakat banyak yang tidak mengetahui juga bahwa hutan lindung yang … Continue reading →

Social Media, Anak Muda & Lingkungan

Intip Hutan Edisi Desember 2015 – Juara 2 Lomba Esai SDA 2015 (Almascatie) Pada tahun 2013 sampai pertengahan 2014 sebuah kampanye yang melakukan perlawanan terhadap berdirinya perkebunan tebu di Kepulauan Aru menjadi viral di social media tidak hanya di Indonesia namun mampu menjadi perbincangan sampai ke luar negeri. Kepulauan Aru yang sebelumnya tidak terlalu menarik perhatian banyak orang, jika didalam peta pun cuma titik-titik kecil tepat dibawah kepala burung Papua kemudian menjadi perhatian banyak orang, sebuah hashtag #SaveAru menjadi penyambung bagi setiap orang yang tak saling kenal untuk berbicara tentang Aru, kepulauan yang sebelumnya tak dikenal dan tak terbayangkan akhirnya menjadi terbuka dengan banyaknya informasi tidak hanya tentang kepulauan ini … Continue reading →