Hasil Hutan yang diabaikan : Sagu Nasibmu Kini

Intip Hutan Edisi September 2016 Oleh: Isnenti Apriani (FWI) Indonesia memiliki letak geografis yang strategis, selain memiliki tutupan hutan alam yang masih rapat yaitu seluas 82,5 juta ha.¹ Juga memiliki kekayaaan sumber daya alam mulai dari flora, fauna dan potensi hidrografis dan deposit sumber alamnya yang melimpah. Dalam sejarahnya Indonesia selalu diperhitungkan dunia internasional karena sumber daya alamnya tersebut. Rempah-rempah nusantara pernah membuat para pelaut dan pengusaha dunia terutama EROPA ingin menguasai bumi pertiwi selama lebih dari tiga abad. Sampai saat ini negara kita masih diperhitungkan sebagai produsen terbesar hasil bumi. Diantaranya adalah kelapa sawit, kakao, rotan, kopi, dan karet yang masih mendominasi pasar dunia. Selain nama-nama itu, terselip nama … Continue reading →

Kekeliruan Praktek Pengelolaan Kawasan Konservasi Di Indonesia

Intip Hutan Edisi September 2016 Oleh: Andi Charil Ichsan Pengajar Fakultas Kehutanan, Universitas Mataram Secara konseptual konservasi merupakan manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980). Sedangkan Menurut UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, konservasi sumberdaya alam hayati didefinisikan sebagai pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya Namun demikian, beberapa literatur juga memberikan definisi yang memungkinkan terjadinya penyimpangan penafsiran makna konservasi dari makna sebenarnya seperti yang dimandatkan dalam World Conservation Strategy(1980). Salah satu paradigma … Continue reading →

Pohon Harapan, “Hutan Indonesia Hanya Tinggal Cerita”

Intip Hutan Edisi September 2016 Oleh: Mufti Fathul Barri (FWI) Ratusan orang sibuk mendekorasi booth-booth pameran. Dekorasi dilakukan seindah mungkin untuk menarik perhatian para pengunjung nantinya. Entah berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk dekorasi yang indah dan megah tersebut. Semua ingin memamerkan hutan Indonesia yang terkenal kaya dan indah. Banyak booth dipersiapkan di acara tahunan ini. Peserta booth terdiri dari perusahaan swasta, pemerintah, LSM, sekolah, komunitas, universitas, dan lain sebagainya. Memasuki bagian dalam Assembly hall, terdapat booth berukuran 3m x 4m mengelilingi ruangan seluas 3921 meter persegi. Inilah booth gratis yang disediakan panitia untuk para peserta pameran. Pemandangan yang sangat kontras pun terlihat. Booth-booth megah terlihat di tengah-tengah ruangan. Luas … Continue reading →

Bertumpu pada Hutan di DAS Mahakam

Intip Hutan Edisi September 2016 Oleh: Anggi P. Prayoga (FWI) Sungai Mahakam memiliki sistem persungaian yang melintas di antara Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda. Menjadi tumpuan kebutuhan aktivitas ekonomi di hulu hingga hilir. Stok pangan abadi bagi masyarakat yang memanfaatkannya dengan bijak. Tumpuan terakhir bagi satwa endemik yang tidak ada duanya. Sungai Mahakam, inilah kisah mu. Sungai Mahakam, memiliki hulu di Kutai Barat dan mengalir hingga delta Mahakam, yang terakumulasi di perairan Selat Makassar. Terletak di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki hutan sebagai pemasok oksigen bagi masyarakat di dalam dan sekitar hutan, bahkan se-Pulau Kalimantan sekalipun. Menjadi habitat bagi berbagai satwa terestrial dan akuatik, yang bergantung pada … Continue reading →

Kementerian Agraria dan Tata Ruang Tidak Mematuhi Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik

Intip Hutan Edisi September 2016 Jakarta, 19 Agustus 2016 Organisasi masyarakat sipil Indonesia mempertanyakan komitmen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (KemenATR/BPN) terkait keterbukaan informasi publik. Pernyataan ini dikeluarkan paska diterimanya pemberitahuan keberatan (banding) oleh KemenATR/BPN atas putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menyatakan dokumen Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit yang dimohonkan Forest Watch Indonesia (FWI) adalah informasi terbuka. Surat Pemberitahuan dan Penyerahan Permohonan Keberatan yang dilayangkan oleh KemenATR/BPN kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta tertanggal 9 Agustus 2016, menandakan tidak ada kemauan terbuka untuk memberi ruang berpartisipasi bagi publik dalam pengawasan pembangunan di sektor perkebunan. Padahal pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan evaluasi terhadap kinerja perkebunan kelapa … Continue reading →