Ramin Oh Ramin

Intip Hutan Maret 2003 Ramin (Gonystylus spp.) adalah salah satu jenis pohon yang tumbuh di hutan alam rawa. Di Indonesia, saat ini jenis kayu Ramin hanya dapat dijumpai di kawasan hutan rawa pulau Sumatera. Kepulauan selat Karimata, dan Kalimantan. Di Pulau Sumatera, jenis kayu ramin dijumpai di kawasan sebelah timur mulai dari Riau hingga Sumatera Selatan. Di pulau Kalimantan, kayu jenis ramin dapat dijumpai di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan sedikit di Kalimantan Timur. Kayu jenis ramin telah sejak lama dikenal sebagai penghasil produk kayu komersial dan memiliki harga jual yang cukup mahal sehingga digolongkan dalam kategori kayu indah. Penampakan fisik jenis ramin yang bertekstur halus membuat jenis ini … Continue reading →

Membina Dalam Kekaburan Peraturan – Kopermas di Papua

Intip Hutan Maret 2003 Koperasi Peran Serta Masyarakat Adat (KOPERMAS) – Papua, merupakan wadah ekonomi rakyat yang cocok untuk menjadi pilar ekonomi masyarakat asli Papua karena Kopermas ini mempunyai spesifikasi sesuai dengan karakteristik adat Papua dengan yang berbasis Hak Adat, dan beranggotakan masyarakat adat pula. Pada hakekatnya Kopermas adalah merupakan badan usaha Koperasi yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat adat yang berkehendak untuk maju dan sejahtera dalam memanfaatkan hak ulayatnya sebagai sumber daya alam yang dimilikinya. Ide awal ini sangat baik dan perlu didukung dengan berbagai ide atau gagasan, tenaga, dana, dan lain sebagainya, agar gagasan Kopermas ini benar-benar dapat diterima oleh semua pihak dalam mengangkat ekonomi rakyat Papua. Tulisan lengkap, … Continue reading →

Hanya Seratus Ribu Saja (Cerita dari Raja Ampat Papua)

Intip Hutan Maret 2003 Ada saatnya ketika VOC mengira bahwa pertambangan kayu model tebang tanpa henti akan dapat terus menyuplai kebutuhan kayu mereka; seberapapun yang mereka perlukan. Sampai akhirnya VOC bubar dan pemerintah Belanda menyatakan perlunya pembenahan hutan jati di Jawa dengan metode yang lebih ‘berpikir panjang’. Tentunya, ada pula masanya ketika sistem pengelolaan hutan abad ke 19 itu dianggap sebagai sistem yang sempurna dan tak memerlukan perubahan. Sampai akhirnya sistem tersebut takluk pada illegal logging akibat gejala sosial dan eskalasi konflik disekitar hutan. Ada yang terlupa atau sengaja dilupakan dalam pengelolaan hutan selama ini. Gawatnya, bagian yang dilupakan itu ternyata adalah komponen yang paling penting dan kuat. Masyarakat sekitar … Continue reading →

Kisah Seputar Hutan Jawa

Intip Hutan Maret 2003 Hutan Jawa seringkali luput dari pembicaraan ketika orang orang ramai membicarakan hutan Indonesia. Setidaknya ada tiga penyebabnya. Pertama, mungkin karena hutan Jawa, dibandingkan hutan di pulau besar lain, tidaklah luas. Sebab kedua, barangkali, karena sebagian besar hutan Jawa tidak bisa dianggap hutan karena wujudnya yang lebih mirip kebun kayu homogen. Bisa disamakan dengan hutan tanaman, dan ada sementara orang yang berpendapat bahwa hutan tanaman—apalagi yang homogen—bukanlah hutan. Sebab ketiga, ada anggapan bahwa hutan di Jawa tidak banyak melindungi spesies langka dan unik. Ketiga ‘prasangka’ tersebut ada benarnya. Dua dugaan pertama memang bisa dibenarkan oleh fakta, dan justru itu yang menjadi alasan mengapa hutan Jawa sangat krusial … Continue reading →